“Kuanggap tawamu itu sebagai ‘ya’ untuk lamaranku barusan....”
Dia mengirimiku ucapan selamat Natal, tapi aku langsung merasa sedih.
Calon suamiku itu ternyata tidak akan membawaku sebagai pengantinnya.
Dia tetaplah hanya seorang pengagum dari jauh, yang hanya berani mencuri pandang.