Ia memang jadi tampak aneh di antara gadis-gadis sebayanya di kampus. Ndeso banget, begitu mungkin istilahnya.
Mengenang NH Dini, inilah cerpennya yang dimuat di Femina 02/ 1972.
Enam puluh tahun berkarya, ia mencari keadilan bagi wanita
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari lebih lanjut