
Foto: Abisatya Sarasati
Memperingati hari jadi ke-40 Sanggar Padneçwara mementaskan opera Jawa klasik Kidung Dandaka, yang diambil dari buku Anak Bajang Menjaring Angin, karya Romo Sindhunata. Mewujudkan kisah dari epos Ramayana secara menawan, di Gedung Kesenian Jakarta, pada 22-23 April lalu, tiga maestro tari, Retno Maruti, Sulistyo Tirtokusumo dan Sentot S, melibatkan beberapa penari dan pengrawit dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Yogyakarta, Institut Kesenian Jakarta, dan Sanggar Padneçwara. “Tantangan terbesar adalah saat proses adaptasi. Bisakah saya mengekspresikan kata-kata indah dari buku ke dalam bentuk tarian dan kidung Jawa,” ungkap Retno. (f)