Bukan hanya menggali gagasan.
Tampil beda dan memicu interpretasi baru.
Memperingati hari jadi ke-40 Sanggar Padneçwara mementaskan opera Jawa klasik Kidung Dandaka, yang diambil dari buku Anak Bajang Menjaring Angin, karya Romo ...
Karakter lucu dan ukulele di tangan menjadi temannya untuk menyemarakkan panggung seni di pelosok desa-desa di Jawa Tengah hingga ke berbagai belahan dunia.
Kemenangannya meraih piala Citra sebagai Penata Busana Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) melekatkan dirinya pada film berbau sejarah.
Suara merdu berpadu kemahiran memainkan cuk (gitar kecil) untuk mengiringi lagu yang dinyanyikannya.
Padatnya agenda acara pertunjukan seni membuat banyak kalangan muda jadi
Djarum Apresiasi Budaya dan Garin Nugroho mempersembahkan trilogi terakhir pementasan Opera Jawa tentang dunia yang jungkir balik.
Baginya, kritik bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan perlu diterima terbuka.