“Sssh! Sssh!” Nana berdesis keras agar burung-burung itu berhenti berbunyi. Namun, mereka tak berhenti.
Dokter menyarankanku untuk terapi renang.
Ketika kami menikah, ia yang bersikeras tidak ingin hamil dulu. Kariernya sedang menanjak dan cemerlang.
Seperti ada embun dingin yang membasuh saat Nayu menyadari, ia mencintai Airlangga.
Aku tidak pernah percaya ada puber kedua. Bagiku itu hanya mitos. Khayalan. Sesuatu yang dipaksa ada.