Ia memang jadi tampak aneh di antara gadis-gadis sebayanya di kampus. Ndeso banget, begitu mungkin istilahnya.
Mengenang NH Dini, berikut adalah cerpen beliau yang pernah dimuat di Femina Edisi 46/1998
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari lebih lanjut