Foto: Dok. Femina

Bukan hanya nasi berbentuk kerucut saja yang memiliki arti mendalam, setiap lauk-pauk penyerta tumpeng pun memiliki arti tersendiri. Selain menjadi simbol kekayaan bumi nusantara, dalam tiap lauk yang disajikan terselip doa dan harapan.
 
 
Ayam
Perwakilan dari hewan darat. Dalam tumpeng kuning biasa berupa ayam goreng. Umum juga tersaji sebagai ayam bakar dalam tumpeng putih. Kini, ayam dimasak bervariasi sesuai selera. Ada juga yang hanya menggunakan bagian hati dan ampelanya saja. Lauk ini menjadi simbol keikhlasan berkurban si pemangku hajat. Selain ayam, hewan lain yang sering digunakan adalah sapi. Biasanya dimasak menjadi Sambal Goreng Kreni.


Foto: dok. Femina
 
Ikan
Mewakili hewan air. Dulu, ikan lele sering digunakan. Karena hidupnya yang selalu berenang di dasar sungai atau kolam, ikan lele dimaknai sebagai kerendahan hati. Falsafah ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ikan bandeng juga sering disajikan dengan harapan rejeki yang selalu melimpah seperti banyaknya duri dalam ikan bandeng.
 
 
 


Foto: dok. Femina
 
Ikan teri
Walau juga berasal dari air, ikan teri memiliki arti yang berbeda dengan lauk ikan sebelumnya. Kehadirannya bisa berupa rempeyek teri atau hanya digoreng tepung. Melambangkan kerukunan seperti hidup ikan teri yang selalu bergerombol.


Foto: dok. Femina
 
Telur
Awalnya telur hadir berupa telur rebus, utuh bersama kulitnya. Kulit, putih, dan kuning telur melambangkan tindakan yang harus dilakukan dalam menjalani hidup. Yaitu, menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai rencana, dan mengevaluasi hasilnya. Kini, telur hadir dalam bentuk telur dadar atau pindang. Telur balado juga kerap hadir, jika ingin berbeda juga bisa mencoba telur dengan bumbu petis.
 
 


Foto: dok. Femina
 
Sayur
Biasa disebut Ghudangan atau Urap Sayuran yang mewakili tumbuhan. Jenis sayuran yang digunakan pun tidak sembarangan, karena tiap sayuran memiliki makna tertentu.
 
Kangkung: Manusia diharapkan dapat hidup dimana saja dan dalam kondisi apapun seperti kangkung yang dapat hidup di darat dan air.
 
Bayam: Melambangkan kehidupan yang tentram.
 
Taoge: Selain menjadi lambang kesuburan dan kemudahan, taoge juga mengandung makna kreativitas tinggi.
 
Labu siam/kluwih: Sebagai pengharapan rejeki berlebih dan kepintaran yang unggul . (luwih=lebih).
 
Kacang panjang: Hadir utuh, tidak dipotong. Memiliki makna panjang umur. Selain itu diharapkan manusia selalu perpikir panjang sebelum bertindak. Kacang panjang utuh umumnya tidak hadir sebagai lauk, tapi sebagai hiasan yang mengelilingi tumpeng atau ditempelkan pada badan tumpeng.
 
Selain lauk di atas, biasanya ada lauk lain yang disajikan, seperti perkedel kentang, tahu tempe bacem, kering tempe kentang, dan variasai lainnya. (f)
 
Baca juga:
Mengenal Filosofi Tumpeng
Seafood Lokal Juara, Tak Kalah dengan Ikan Impor, Ini Faktanya

Yuk, Bikin Telur Asin Sendiri di Rumah!