Foto: HC
Jepang memiliki beragam jenis daging wagyu. Hal tersebut dipengaruhi oleh jenis ras sapi wagyu yang diternakan, area peternakan, dan cara mengembangbiakkannya.
Dari sekian banyak jenis daging wagyu, ada tiga yang dinobatkan sebagai wagyu terbaik asal Jepang yang kerap disebut Sandai Wagyu. Ketiganya berasal dari kota-kota di wilayah Kansai, seperti Kobe, Matsusaka, dan provinsi Shiga.
Sapi ternak dari ketiga wilayah tersebut berasal dari peternakan sapi Tajima di provinsi Hyogo. Anak sapi asal peternakan tersebut kemudian dibesarkan di wilayah masing-masing dan menjadi jenis daging waygu yang berbeda satu dengan lainnya. Simak penjelasan singkatnya berikut.

Dok. Wikipedia.org
1/ Matsusaka Beef
Berasal dari sapi yang diternakan di kota Matsusaka, provinsi Mie. Hanya sapi yang tidak pernah melahirkan dan tumbuh besar di kawasan ini yang dagingnya dapat dinobatkan sebagai Matsusaka Beef. Selain itu selama hidupnya sapi di tempat ini diberi pakan bir untuk meningkatkan selera makan mereka. Terkadang perawatan seperti pijitan juga diberikan semasa hidupnya.
Daging jenis ini memiliki kandungan lemak tak jenuh lebih tinggi dibanding daging lainnya. Lemaknya memiliki titik leleh yang cukup rendah, bahkan pada suhu tubuh manusia. Hal itu memberikan sensasi “melt in your mouth” ketika menyantap daging ini. Tak heran jika daging Matsusaka dinobatkan sebagai daging terbaik di antara Sandai Wagyu.

Dok. Misono.org
2/ Kobe Beef
Hanya sapi yang diternakan di kota Kobe yang berhak menyandang nama ini. Semasa hidup ternak, perawatan pijat dilakukan setiap harinya. Selain itu mereka juga kerap diberikan pakan bir atau sake yang akan memberikan rasa unik pada dagingnya.
Lemak dalam daging Kobe Beef juga memiliki titik leleh yang rendah. Sebagai hidangan steak, daging jenis ini disarankan untuk disantap dengan tingkat kematangan medium rare. Agar mendapatkan kualitas rasa yang maksimal.

Dok. Japan-brand.jnto.go.jp
Hanya sapi yang diternakan di kota Kobe yang berhak menyandang nama ini. Semasa hidup ternak, perawatan pijat dilakukan setiap harinya. Selain itu mereka juga kerap diberikan pakan bir atau sake yang akan memberikan rasa unik pada dagingnya.
Lemak dalam daging Kobe Beef juga memiliki titik leleh yang rendah. Sebagai hidangan steak, daging jenis ini disarankan untuk disantap dengan tingkat kematangan medium rare. Agar mendapatkan kualitas rasa yang maksimal.

Dok. Japan-brand.jnto.go.jp
3/ Ohmi Beef
Ohmi beef atau Omi beef merupakan daging yang berasal dari sapi ternak di provinsi Shiga. Sapi dibesarkan dengan perawatan intensif dan lingkungan hidup yang penuh dengan kekayaan alam dan aliran air segar.
Daging Ohmi disebut juga sebagai jenis daging tertua di Jepang. Di jaman Edo, sebelum daging sapi marak dikonsumsi, miso marinated Ohmi beef biasanya disuguhkan untuk para Shogun (jenderal) sebagai sajian pengobatan. (f)
Baca juga:
Vedic Kitchen di Kuta Utara, Hadirkan Menu Vegetarian yang Mengadaptasi Pengetahuan Makanan India Kuno
8 Tip Sukses Masak Wagyu Steak ala Jepang
Jangan Salah Pilih, Ini 5 Tanda Nanas Matang
Ohmi beef atau Omi beef merupakan daging yang berasal dari sapi ternak di provinsi Shiga. Sapi dibesarkan dengan perawatan intensif dan lingkungan hidup yang penuh dengan kekayaan alam dan aliran air segar.
Daging Ohmi disebut juga sebagai jenis daging tertua di Jepang. Di jaman Edo, sebelum daging sapi marak dikonsumsi, miso marinated Ohmi beef biasanya disuguhkan untuk para Shogun (jenderal) sebagai sajian pengobatan. (f)
Baca juga:
Vedic Kitchen di Kuta Utara, Hadirkan Menu Vegetarian yang Mengadaptasi Pengetahuan Makanan India Kuno
8 Tip Sukses Masak Wagyu Steak ala Jepang
Jangan Salah Pilih, Ini 5 Tanda Nanas Matang