Show pembuka The Era Runways menampilkan dua desainer Tanah Air dengan jenama ternama mereka da;am narasi berbeda tapi sama-sama menampilkan seni wastra modern, yang dikemas dalam presentasi indah, simpel, sekaligus memesona lewat tiap koleksinya.
Vokal Anggun nan bening memecah keheningan malam di Main Atrium Senayan City, lokasi show di Fashion Nation XX, yang kali ini bertajuk Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit.
Detail koleksi Tanö Niha dari Mel Ahyar Archipelago; Anggun dalam busana Mel Ahyar; rangkaian artistik floral dari Jeumpa untuk Toton di show Tempaan Kala, terinspirasi hiasan perempuan Nusantara. Foto: Dok. Mel Ahyar Archipelago; Dok. Senayan City
Anggun mengajak penonton yang telah bergaya apik untuk nyanyi bareng lagu klasiknya, Mimpi. Anggun membawakan lagu ini secara akustik, diiringi permainan piano dari sang suami, Christian Sasmi-Kretschmar.
TOTON karya Toton Januar menjadi koleksi pertama yang hadir di runway. Tempaan Kala jadi judul koleksi 20 looks barunya, kelanjutan koleksi Kala yang telah ia presentasikan Juli lalu.
“Koleksi ini mencoba menelusuri teknik degan tangan yang memerlukan waktu,” kata Toton Januar di konferensi pers sebelum show. “Saya juga menampilkan kembali relationship [desain] Toton dengan Batik Gedog atau Batik Tuban, dan mencoba memanipulasi kain tanpa memotong atau menjahitnya.”
Koleksi yang menyorot teknik artisan yang berakar pada tradisi kriya itu mengangkat proses pembuatan yang lambat dan penuh kesadaran, sebagai jawaban atas laju fast fashion masa kini.
Di runway, lace khas Toton warna putih bersanding cantik dengan paduan biru-hitam Batik Tuban, dalam siluet kebaya, yang dihiasi sentuhan artistik floral pada setiap tampilan.
Toton menampilkan Nada Tarina Putri sebagai gong koleksi Tempaan Kala. Foto: Dok. Senayan City
Nada Tarina Putri jadi model penutup, mengenakan lace dress detail peplum dengan siluet memeluk tubuh.
Seni wastra modern sebagai benang merah show pembuka Fashion Nation XX dihadirkan Mel Ahyar lewat lini Mel Ahyar Archipelago. Mel Ahyar terinspirasi adat dan tradisi Pulau Nias di Sumatra Utara.
“Motif tradisional mereka indah sekali dan banyak cerita,” kata Mel Ahyar, di konferensi pers.
Ia pun menerjemahkan keindahan budaya Nias dalam koleksi terbaru bertajuk Tanö Niha, yang menerjemahkan arsitektur, ornamen, dan busana upacaranya ke dalam siluet kontemporer, lengkap dengan palet warna batu dan tekstur tenun yang menghormati akar budayanya.
Diiringi musik tradisional Nias yang dimainkan langsung, show koleksi Mel Ahyar Archipelago ini langsung mencuri perhatian sejak tampilan pertama.
Detail 3D ala ukiran batu Nias, juga motif yang memberi efek 3D dipadankan siluet khas Mel Ahyar, seperti oversized blazer yang apik, juga siluet dress yang mengundang percakapan di antara para fashion editor yang menyaksikan.
Mel Ahyar dan koleksi Tanö Niha dari Mel Ahyar Archipelago bersama Anggun, Kirana, dan Vira Tandia. Foto: Dok. Senayan City
Show ini juga menampilkan Anggun dan putrinya, Kirana, serta Vira Tandia, sebagai muses.
Menghadirkan tradisi dalam napas kontemporer melalui koleksi Toton dan Mel Ahyar Archipelago jadi bukti bahwa Senayan City dan Fashion Nation terus mendukung fashion yang relevan dengan zaman tanpa meninggalkan identitas dan kekayaan Tanah Air.
Fashion Nation XX berlangsung hingga 26 September 2026, dan beberapa event terkait berlangsung hingga akhir bulan. (f)