Mira Sumanti, Senior Brand, Creative and Social Marketing Lead for Southeast Asia Google, bersama Andy Tan (Two Stitches) dan Stella Rissa. Foto: Dok. Google Indonesia
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) kini tak lagi bisa dipisahkan dari berbagai industri. Gemini, asisten AI Google, juga tumbuh cepat; ia jadi fitur Google tercepat yang mencapai satu miliar pengguna dalam sebulan di seluruh dunia.
Di Indonesia, Gemini menghasilkan 9 juta gambar per hari, menunjukkan kebutuhan yang berkembang di dunia kreatif, termasuk di industri fashion.
Seiring masuknya Indonesia ke dalam lima besar pengguna Gemini secara global, Google pun meluncurkan With Gemini, In Craft, sebuah inisiatif yang memperlihatkan bagaimana Gemini mendukung para desainer fashion, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Ekshibisi proses kolaborasi Kraton by Auguste Soesastro dengan Gemini. Foto: Dok. Google Indonesia
Google berkolaborasi dengan tiga jenama fashion Tanah Air, ranah riset warisan budaya, storytelling kisah multimedia, dan alur produksi lintas batas. Ketiga jenama itu adalah KRATON by Auguste Soesastro, Stella Rissa dengan STELLARISSA, serta TWO STITCHES dari Andy Tan dan Jerome Kurnia.
Dikenal dengan teknik penjahitan arsitekturalnya, Auguste Soesastro memanfaatkan Gemini sebagai mitra riset saat merancang koleksi adibusana bagi Kenya Kamalashila Soekarno, putri dari perupa ternama Enrico Soekarno.
Auguste memanfaatkan Gemini Deep Research untuk mengakses arsip internasional yang sebelumnya sulit dijangkau, menerjemahkan dokumen sejarah berbahasa asing, serta memverifikasi silsilah antargenerasi di enam wilayah leluhur.
Lain lagi dengan Stella Rissa, yang memanfaatkan Gemini sebagai mitra studio intuitif untuk mengembangkan karakter lukisan tangannya, Starlet.
Ekshibisi yang menunjukkan persona Starlet berubah menjadi wujud 3D dalam outfit StellaRissa. Foto: Dok. Google Indonesia
Melalui perputaran karakter 360 derajat dan pengepasan busana runway virtual (runway virtual fitting), ia mentransformasikannya ke dalam ekosistem multimedia yang ekspansif, meliputi rencana serial animasi podcast hingga koleksi figur seni fisik 3D.
“Sebuah pembelajaran baru, terutama cara kita membuat prompt,” cerita Stella Rissa tentang penerapan Gemini, di acara peluncuran With Gemini, In Craft di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3 September 2026.
Sementara Andy Tan, mewakili Two Stitches di acara peluncuran, berkisah bagaimana Gemini menyatukan tim desain dan bisnis yang tersebar di Jakarta, Bali, dan Berlin dalam perilisan koleksi terbaru mereka, MRTYNY.
Konversi sketsa konseptual menjadi simulasi jatuhnya kain secara 3D dan pengepasan virtual pada simulasi model di Gemini membantu Two Stitches memangkas waktu yang diperlukan untuk proses pembuatan sampel fisik, dari hitungan bulan menjadi hitungan hari.
Ekshibisi sampel Two Stitches yang diproduksi dengan bantuan Gemini. Foto: Dok. Google Indonesia
“Gemini Deep Research juga membantu kami menentukan harga, karena harga di Indonesia dianggap terlalu mahal, sementara di pasar Asia Tenggara lain justru murah,” kata Andy Tan.
Menurut Mira Sumanti, Senior Brand, Creative and Social Marketing Lead for Southeast Asia Google, kolaborasi bersama pelaku fashion ini jadi proyek pertama di Asia Tenggara.
Indonesia dipilih karena industri fashion terus menggerakkan ekonomi kreatif Indonesia, menyumbang 58,55% dari total ekspor barang kreatif pada awal tahun 2026, serta bersama subsektor kuliner dan kriya menyerap tenaga kerja terbesar dari 27,4 juta pekerja kreatif di Indonesia tahun lalu.
Di acara peluncuran, para tamu juga bisa melihat ekshibisi kolaborasi ketiga jenama, serta menyaksikan film pendek With Gemini, In Craft, tentang proses kolaborasi ini di Planetarium, Jakarta.
Nobar di Planetarium, sambil melihat karya ketiga jenama (termasuk mencoba virtual fitting). Foto: Dok. Google Indonesia
Seru juga bernostalgia nonton di Planetarium (ayo... kapan kamu terakhir ke sana), menyaksikan bagaimana fashion dan teknologi bekerja sama tanpa mengusik kreativitas para desainer.
Bicara soal kreativitas, Gemini sebagai asisten AI bukan untuk menggantikan ide kreatif sang desainer.
“Para desainer yang berkolaborasi ini tidak mau menggunakan Gemini untuk proses desain mereka, karena itu personal,” ungkap Mira Sumanti. “Tapi mereka mau Gemini membantu elemen-elemen lain yang mendukung mereka dalam mendesain.”
Di dunia fashion, kreativitas desainerlah yang menetukan sebuah gaya, dan asisten AI, seperti Gemini, yang mendukung mewujudkan. Hal ini beresonansi dengan ucapan Auguste Soesastro dalam film pendek With Gemini, In Craft, “Taste can not be prompted.” (f)