
Foto: Nicky Gunawan, Rendra Heryandi Kusuma
SALING MELENGKAPI
Banyak orang yang mengira bahwa hubungan pasangan yang dipertemukan di ajang kompetisi The Remix ini hanya sekadar cinta lokasi. Tapi, memulai kebersamaan dari ranah profesional justru membuat ikatan keduanya kian kuat. Menjalani status pacaran selama satu tahun, pasangan ini akhirnya resmi menikah pada 7 Mei 2017 lalu.
Menjalani usia pernikahan yang masih seumur jagung, keduanya percaya pada ikatan yang telah mereka buat selama satu tahun pacaran. Meski banyak sekali perubahan yang mereka alami setelah pernikahan, baik Jevin maupun Rinni merasa selalu ada energi positif, saling membangun, saling memahami, sekaligus meyakinkan diri masing-masing bahwa pilihan mereka sudah tepat.
Belakangan, bintang pasangan ini tengah bersinar terang. Grup duo bentukan keduanya, Soundwave, sukses merilis single berjudul Salah. Sentuhan elektronik musik yang diaransemen oleh Jevin membawa warna baru pada lagu yang pernah dipopulerkan oleh grup band Potret ini. Fans mereka pun semakin banyak. Walaupun begitu, keduanya sama-sama mengaku kehadiran fans tidak membuat mereka cemburu.
Mereka pun berusaha saling melindungi ketika ada penggemar yang berani melakukan hal di luar batas. Apalagi bisa dibilang lingkungan kerja mereka dari satu panggung klab malam ke klab malam lainnya. “Kalau manggung sendiri di kelab malam, Jevin mengingatkan saya untuk lebih menjaga diri. Pernah terjadi saat kami manggung bersama, ada seorang pria yang iseng memegang tangan saya. Jevin marah dan spontan teriak dari atas panggung untuk menegur orang tersebut,” cerita Rinni.
Setelah berstatus suami-istri, mereka sepakat untuk tidak mengenyampingkan profesionalisme dalam bekerja. “Saatnya bekerja, ya, harus bekerja secara profesional. Misal, jika ada perdebatan karena perbedaan pendapat, mereka bicarakan dan selesaikan pada hari itu juga,” kata Jevin, tegas.
Komitmen ini terus mereka pertahankan. Menurut Jevin, masalah yang dibiarkan berlarut-larut akan membuat hubungan menjadi tidak sehat. Keduanya pun telah berkomitmen akan menghadirkan karya-karya hebat yang tentunya disukai banyak orang.
Uniknya, dalam hal ide dan kreativitas, keduanya mengaku kerap memiliki pandangan yang berseberangan. Kalau sudah begini, tak jarang ketegangan meningkat. Namun, perjalanan cinta selama ini telah membuat mereka makin mengenal satu sama lain. Perbedaan pendapat saat mengemukakan ide justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. “Kami seperti mengisi satu sama lain,” ujar wanita asal Kota Medan ini, bijak.
Ketika Rinni menyanyikan sebuah lagu misalnya, Jevin akan memberikan saran musik yang tepat untuk mengiringi lagu tersebut. Begitu juga sebaliknya. “Baru-baru ini, saya ikut bantu mencari dan mengusulkan seorang penyanyi untuk berkolaborasi dengannya,” ujar Rinni.
Bagi keduanya, pernikahan adalah ikatan sakral. Mereka tidak lagi hanya membahas seputar cinta, tapi ada tanggung jawab, rasa memiliki dan kebersamaan. Terlebih kini Rinni tengah mengandung 4 bulan. “Pernikahan adalah kerja sama. Kita tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Tapi, kita kerja bersama untuk membangun keluarga ini lebih baik,” tutur Jevin.
(Klik page di bawah untuk melanjutkan artikel)

Foto: Nicky Gunawan, Rendra Heryandi Kusuma
Jauh sebelum membentuk Soundwave tahun 2015, Rinni dan Jevin sebenarnya sudah pernah bertemu di salah satu stasiun radio tempat Jevin bekerja, sekitar tahun 2013. Kala itu, kedatangan Rini dalam rangka mempromosikan albumnya. Pertemuan singkat itu tidak memberikan kesan khusus bagi Jevin.
Bahkan, walau saat itu nama Rinni sudah dikenal lewat kompetisi menyanyi yang disiarkan di salah satu televisi swasta dan suara merdunya telah didengar oleh jutaan orang, Jevin tak mengenalnya. “Saya bahkan tidak tahu Rinni adalah pemenang Indonesian Idol 2006,” kenang pria yang mengaku jarang nonton televisi ini, tertawa. Jalur nasib kemudian mempertemukan mereka kembali dalam kompetisi The Remix, yang menyatukan penyanyi dengan produser atau remixer competition. Dengan basic-nya sebagai penyanyi, Rinni berperan menjadi rekan sang produser atau remixer, yaitu Jevin.
Dari sinilah Rinni dan Jevin mulai membangun kecocokan. Berawal dari tak saling mengenal, keduanya harus berkolaborasi membuat sebuah karya musik yang menarik. Kesamaan selera musik --keduanya penyuka musik R&B-- membuat langkah mereka di kompetisi ini terbilang mulus. “Saya merasa, dengan personality yang cocok, kami mudah sekali membangun chemistry,” ujar Rinni, senang.
Pertemuan yang intens, karena harus latihan bersama hampir tiap hari, membuat hubungan mereka terus bertumbuh. Jevin pun mulai terpikat pada kepribadian serta perhatian yang diberikan Rinni. Hingga pada satu titik, ia ingin mengenal Rinni lebih jauh.
“Rinni adalah tipe saya. Dia baik dan penuh perhatian. Pernah suatu kali kuku tangan saya kotor, dengan inisiatif sendiri ia ambil gunting kuku, lalu ia gunting dan bersihkan,” ujar Jevin.
Rasa cinta yang menggebu mendorong Jevin untuk berterus terang. Setelah 6 bulan selalu bersama, April 2016 Jevin mengungkapkan cintanya kepada Rinni. Tidak hanya itu, adik kandung artis Sissy Priscillia ini juga menunjukkan keseriusan dengan menyatakan niatnya untuk menikahi Rinni. “Saya menjalani proses. Meyakinkan dia dan diri sendiri bahwa dialah yang tepat dan tidak akan menolak cinta saya. Sebab, saya tipe pria yang tidak mau ditolak,” katanya.
Komitmen dan keseriusan Jevin pula yang akhirnya meluluhkan hati Rinni, walaupun Rinni sempat ragu menerima cinta Jevin karena masih trauma beberapa kali gagal dalam pacaran. Usia Jevin yang satu tahun lebih muda pun bukan kendala.
Apalagi ketika itu restu orang tua sudah di tangan. Ibu Jevin, Ida Farida Hanas, memang sudah sangat mengenal Rinni karena karyanya. “Selain itu, sejak Jevin menyatakan cintanya, saya memang langsung beri tahukan kepada orang tua,” tutur Rinni.
Tidak menunggu lama, hanya berselang tiga bulan dari hari pertunangan pada 11 Februari 2017, keduanya melangsungkanpernikahan dan menggelar pesta bertema garden party, di bilangan Jakarta Selatan.
Bagi Jevin, pernikahan membawa perubahan besar. Beberapa kebiasaan buruknya pun ikut berubah. Contohnya, dulu ia sering sekali lupa waktu dan kerap menginap berhari-hari di rumah temannya hanya untuk main game. Sekarang, ia justru ingin cepat-cepat pulang karena ada istri yang menunggu di rumah. “Mau tidak mau cara berpikir kita harus ikut berubah menjadi lebih dewasa,” kata Jevin.
Demikian pula dengan Rinni, yang kini merasa makin terlindungi. Ia mengaku lebih tenang menjalani dan melewati hari-harinya. Tentunya yang paling penting adalah ada teman untuk berdiskusi tentang keluarga dan pekerjaan di bidang musik. “Saya jadi lebih manja sekarang, karena saya tahu Jevin pasti akan mengurus saya,” katanya.
Selain itu, sifat Rinni yang keras dan cerewet, yang dulu kerap membuat mereka sering cekcok, belakangan mulai berkurang. Rinni sangat bangga, karena Jevin selalu mengingatkannya untuk mengutamakan kesabaran. “Biasanya, bila salah satu di antara kami sedang emosi, maka salah satunya akan mengalah, memilih diam,” cerita Rinni. Menyanyi di rumah, nonton di bioskop, dan makan bersama adalah aktivitas yang kerap dilakukan pasangan ini, selain bekerja.(f)
Baca juga:
Rinni Wulandari Mengubah Citra Diri
Rinni Wulandari Berbagi Tip Mudik
Buat Pernikahan Lebih Seru dengan Instagram