
Foto:
Tidak ada yang tahu bahwa di balik aktivitasnya sebagai bintang muda Hollywood, tiap harinya Selena Gomez (25) harus berjuang melawan penyakit autoimun lupus yang membuat ginjalnya tidak berfungsi normal. Sampai 14 September lalu, saat ia mengejutkan dunia dengan memajang fotonya terbaring bersisian ranjang di rumah sakit bersama sahabatnya, Francia Raisa (29).
Lengkap dengan selang yang masih terpasang di hidung mereka, keduanya tersenyum tegar, saling menggenggam tangan. Hari itu, Selena baru saja menerima hadiah yang tak ternilai –sebuah ginjal baru– dari sahabatnya itu. Kesempatan dengan ginjal baru di tubuhnya membuat Selena melihat hidup dengan cara berbeda.
Menghindari Sorotan
“I’m very aware some of my fans had noticed I was laying low for part of the summer and questioning why I wasn’t promoting my new music, which I was extremely proud of.” Demikian Selena mengawali kisah di balik fotonya bersama Raisa yang hari itu berhasil mendapatkan 9,6 juta likes, termasuk dari bintang reality show Kim Kardhasian dan model Tyra Banks.
Rupanya, sejak tahun 2013 Selena telah divonis menderita penyakit autoimun lupus. Vonis dokter ini mau tidak mau harus membuatnya undur sejenak dari sorotan lampu panggung. Jadwal promosi albumnya berhenti, dan ia fokus menjalani berbagai terapi. Termasuk di antaranya, terapi agresif yang juga sering digunakan untuk membunuh sel kanker.
Total dua minggu ia harus terbaring di rumah sakit. Padahal, saat itu ia sedang menjalani tur dunianya, Stars Dance Tour, di kawasan Asia dan Australia. Tak ingin membuka kabar menyedihkan ini kepada publik dan penggemarnya, Selena membatalkan turnya dengan alasan ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Pembatalan yang secara tiba-tiba itu sempat mengembuskan gossip tak sedap bahwa ia sedang menjalani rehab.
Digosipkan macam-macam, kekasih rapper The Weeknd ini pun meradang. “Ingin rasanya saya berteriak kepada orang-orang yang tidak sensitif itu, bahwa saya saat ini sedang menjalani kemoterapi,” lanjut Selena.
Selena, yang sempat menderita stroke sebagai akibat lupus, sebelumnya hanya bicara tentang penyakitnya untuk lingkaran terdekat, akhirnya terpaksa membuka fakta pahit kondisi kesehatannya. Dalam wawancara bersama Billboard, Oktober 2015, Selena mengaku bahwa lupuslah yang membuatnya istirahat dari dunia hiburan.
Tidak cukup harus berdamai dengan vonis dokter, di saat bersamaan ia mendengar kabar bahwa ibunya, Amanda Dawn ‘Mandy’ Cornett, mengalami keguguran. “Saya harus membatalkan tur. Saya benar-benar butuh waktu untuk bisa menerima semua kenyataan ini. Apalagi saya harus segera menjalani kemoterapi,” jelas Selena, yang saat itu benar-benar merasa kalut.
Kepada Ellen DeGeneres, artis yang mengawali karier dengan berakting di serial anak-anak Barney & Friends ini mengaku memang menyimpan penyakitnya sebagai rahasia. Sebab, di saat yang sama, ia belum tahu pasti tentang penyakit lupus yang dideritanya. “Saya ingin merasakannya sendiri saja. Ternyata, saya tidak bisa merahasiakannya lebih lama lagi,” ujarnya.
Aktris kelahiran Texas, 22 Juli 1992, ini menunggu waktu yang tepat untuk go public, sampai ia benar-benar merasa siap secara mental dan fisik. Ia juga merasa tidak perlu berkoar-koar tentang kondisi kesehatannya, apalagi bila untuk meraih simpati publik. “Siapa tahu, keterbukaan saya ini bisa membantu banyak orang,” ungkap putri pertama pasangan Ricardo Joel Gomez dan aktris Amanda, yang melahirkan Selena di usia belia, 16 tahun.
(Klik page di bawah untuk membaca kelanjutan cerita)

Foto: Instagaram/@selenagomez
Kekuatan Persahabatan
Perkenalan Selena dan Francia Raisa terjadi pada tahun 2007. Waktu itu, dua bintang cilik yang saat itu tergabung dalam Disney dan ABC Family (sekarang Freeform) itu tengah mengunjungi pasien cilik di sebuah rumah sakit. “Waktu itu saya dan Selena berada dalam satu grup, dan kami merasa klik,” ujar Francia kepada Latina, pada tahun 2013.
Seiring perjalanan karier Selena yang terus menanjak, persahabatan mereka tetap terjalin. Bahkan, ketika Selena disebut-sebut bergabung bersama pertemanan glamornya di Taylor’s Squad –geng penyanyi Tailor Swift, terdiri atas supermodel Karlie Kloss, Cara Delevigne, Lily Aldridge, Gigi Hadid, hingga aktris Blake Lively– pada akhirnya Francialah yang setia berada di samping Selena saat menghadapi perpisahan yang menyakitkan dengan Justin Bieber.
Begitu juga sebaliknya, Selena rela meninggalkan studio untuk bisa bersama sahabatnya yang saat itu juga sedang patah hati. Kenangan manis persahabatan ini dituliskan Francia di media sosial, di hari ulang tahun Selena yang ke-24. “Saya sangat menyayangi Selena. Dia sudah seperti saudara perempuan saya. Dia sangat perhatian dan penuh kasih. Entah dari planet mana ia berasal bisa menjadi orang sebaik itu,” ujar bintang serial TV The Secret Life of the American Teenager itu.
Keduanya selalu berusaha hadir di tiap momen terbaik dan terburuk dalam kehidupan mereka. Ada banyak hal yang mereka bagi bersama, momen-momen yang tidak akan terlewatkan begitu saja. “Apakah itu saat kami menangis, tertawa, atau hanya duduk di lantai dapur rumahku, membicarakan hidup yang begitu membingungkan. Aku bersyukur engkau selalu ada,” ungkap Francia kepada Selena di akun Instagramnya.
Lupus memang membuat Selena menderita. Agustus 2016, ia lagi-lagi membatalkan tur dunianya karena menderita kegelisahan, depresi, dan serangan panik. Tur bertajuk The Revival yang direncanakan akan berakhir di Guadalajara, Meksiko, pada Desember 2016 itu pun batal dengan alasan sang penyanyi harus fokus pada pengobatannya.
“Lupus bisa menyebabkan kondisi yang berbeda-beda bagi tiap orang. Pada saya, serangannya bisa berwujud depresi dan kepanikan. Makanya, saya memilih membatalkan tour untuk meminimalkan stres,” katanya. Apalagi, pada kasus Selena, ia juga menderita lupus nephritis, yaitu lupus yang menyerang ke ginjal. Ketika ginjalnya mengalami peradangan, ia tidak bisa bekerja dengan baik untuk memfilter racun-racun tubuh yang dikeluarkan lewat urine. Karena itu, ketika kadar racun dalam darah tidak bisa dikendalikan, pasien akan menderita kesakitan yang amat sangat.
Tidak tahan melihat kondisi sahabatnya, Francia terdorong untuk menawarkan satu ginjalnya kepada Selena, tanpa sepeser pun bayaran. Padahal, Selena tidak pernah sekalipun meminta Francia untuk melakukan tes kecocokan ginjal. Operasi transplantasi ginjal itu dilaksanakan secara diam-diam di Cedars Sinai Hospital, Los Angeles. “Francia mengatakan kepada beberapa orang terdekatnya bahwa ia akan mendonorkan satu ginjalnya, tapi tidak ada satu pun yang diberi tahu ia mendonorkan kepada siapa,” ujar salah satu teman Francia.
Baik lingkaran persahabatan ataupun keluarga Franciatidak kaget dengan keputusannya ini. “Mereka berdua sangat dekat. Mereka sangat spiritual dan percaya Tuhan, bahkan sekarang lebih-lebih lagi. Setahu saya, mereka berdua berdoa bersama untuk kelancaran operasi dan kondisi kesehatan Selena,” imbuh sumber tersebut. Hadiah persahabatan terbaik ini membuat Selena kehabisan kata. “She gave me the ultimate gift and sacrifice by donating her kidney to me. I am incredibly blessed. I love you so much Sist,” ungkap Selena, di media sosial miliknya.
(Klik page di bawah untuk membaca kelanjutan cerita)

Lupus, penyakit anak-anak dan wanita
Di Amerika Serikat, autoimun menduduki urutan ketiga penyakit mematikan pada 50 juta jiwa penduduk, yang 80 persennya adalah wanita dan anak-anak. Ketika seseorang terserang penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh atau imunitas mereka justru balik menyerang orang itu sendiri.
Polanya mirip dengan yang terjadi pada penderita kanker, di mana sel jaringan sehat diserang oleh sel yang mengalami mutasi. Gejala umum penyakit ini berupa keluhan-keluhan kesehatan yang tak kunjung sembuh, meski sudah diobati. Di antaranya, cepat merasa lelah (ekstrem), sering lupa, perlu waktu yang lama untuk melakukan pekerjaan sederhana, sering merasa demam dan kedinginan, disertai nyeri persendian.
American Autoimune Related Disease Association (AARDA) menyatakan, autoimun bisa menyerang bagian mana pun dari tubuh seseorang. Tiap jenis bagian tubuh yang diserang mewakili jenis autoimun, yang menurut AARDA ada 157 jenis, dan lupus menjadi salah satunya. Pada Januari 2014 sempat muncul berita bahwa Selena sedang dirawat selama 2 minggu di Dawn at the Meadows, Arizona, pusat perawatan untuk adiksi dan trauma bagi orang-orang muda. Waktu itu publisisnya mengatakan bahwa Selena ada di sana untuk menjadi volunteer.(f)
Baca juga:
Selena Gomez Mengalahkan Justin Bieber di Instagram
10 Foto Transformasi Selena Gomez, Dari Bocah Lugu di Barney and Friends Hingga Tampil Seksi di Album Revival
Selena Gomez Pilih Cuti untuk Sembuhkan Penyakit Lupus