Foto: 123RF

 
Layaknya pebisnis, memperluas networking menjadi kesempatan mengembangkan bisnis. Inilah yang membuat Ivanka Trump (35) tak menolak undangan business lunch awal tahun 2007 lalu. Saat itu Ivanka juga diperkenalkan kepada Jared Kushner(36), seorang pebisnis muda, dengan harapan mereka bisa bekerja sama.
 
Transaksi Terbaik 
“Dugaan teman-teman yang mengundang, salah. Ternyata, kami nyambung bukan untuk urusan bisnis saja,” kenang Ivanka, tentang pertemuannya pertama kali dengan si pebisnis muda yang kemudian menjadi suaminya itu. Ivanka juga mengaku,  tiap kali bertemu teman-temannya itu, ia dan Jared selalu berpikir, ”Ini transaksi terbaik yang pernah kami lakukan. Hahaha…!” Tidak lama setelah kencan pertama, mereka pun dikenal dengan sebutan J-Vanka.

Meski saat itu mereka masih 25 tahun, keduanya bukan orang baru di dunia bisnis. Ivanka Trump adalah Wakil Presiden Direktur Trump Organization yang dimiliki ayahnya, pebisnis real estate, bintang reality show The Apprentice, dan kini Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, dan ibunya, Ivanna. Ivanka juga memiliki bisnis sendiri sebagai perancang perhiasan kelas atas dan label fashion.

Sementara Jared adalah investor real estate dan developer besar KushnerCompanies, serta pemilik jaringan media The Observer. Tak heran, ketika mereka mulai menjalin hubungan, banyak orang yang berkata Jared akan menjadi menantu yang sempurna untuk Donald.

Meski tampak sempurna, hubungan mereka juga sempat goyah. Bahkan mereka sempat putus karena orang tua Jared keberatan dengan perbedaan agama mereka. Jared adalah seorang Yahudi penganut Judaisme, ortodoks modern, dan Ivanka penganut Kristen Presbytarian. Namun, atas bantuan Wendy Dang Murdoch, mantan istri Rupert Murdoch, pemilik jaringan media Fox News Channel, mereka kembali berpacaran. Untuk membuktikan keseriusannya, Ivanka memilih untuk mengikuti agama Jared.  Tak lama setelah itu, mereka pun bertunangan.

Bukan hanya mengikuti  agama suaminya, sejak itu   Ivanka juga belajar memasak. “Waktu itu  saya memang payah untuk urusan dapur, saya hanya bisa merebus telur,” malu-malu ia mengaku. “Bahkan, saya mungkin harus Googling dulu mencari bagaimana caranya. Hahaha…!”

Pada 25 Oktober 2009, Ivanka dan Jared pun mengikat janji suci. Upacara dan resepsi pernikahan mereka diadakan di klub golf mewah milik Donald Trump, Trump National Golf Club di Bedminster, di New Jersey. Dihadiri 500 undangan, termasuk beberapa selebritas, seperti Russell Crowe, Natalie Portman, dan Chelsea Clinton. Saat menuju altar, Ivanka tampak memesona dengan gaun rancangan Vera Wang yang terinspirasi dari gaun Grace Kelly. Bahkan, di pagi hari pernikahannya itu, Ivanka   sempat mem-posting di akun Twitter-nya, “Everything is simply perfect! I'm getting married today!

Pernikahan mereka memang bukan sekadar bisnis. Kebahagiaan keduanya, khususnya Ivanka, begitu terlihat. Wajah Ivanka tampak bersinar penuh bahagia. Sebelum bertunangan, Ivanka sempat berkata bahwa ia sungguh beruntung bisa bertemu Jared.

“Banyak alasan mengapa Jared adalah sahabat terdekat saya. Sebagian besar memang karena Jared telah melihat saya yang sebenar-benarnya, dan ia tetap mencintai saya,” cerita Ivanka tentang Jared, saat diwawancarai oleh Cosmopolitan AS. “Ia juga akan menjadi ayah yang baik, karena tahu mana yang harus menjadi prioritas.”

Karena itu, Ivanka yakin bahwa Jared memang jodohnya. "Jared dan saya memiliki kesamaan, yaitu kami berdua sangat ambisius. Sungguh menakjubkan bisa memiliki hubungan dengan seseorang yang mendukung hal itu, tanpa harus ada yang ditutupi,” ungkap Ivanka. Jared adalah panutannya. “Ia orang yang sangat baik hati, kemampuannya fokus, tanggung jawab yang besar di usianya, kadang membuat saya kagum dan berterima kasih bisa menghargai semua kualitas dalam dirinya,” ujar Ivanka, bahagia.
 
 

Low Profile Couple
Tak seperti ayah dan ibu tirinya, Donald dan Melania Trump, yang glamor dan high profile serta dikenal banyak orang, Ivanka justru tak ingin seperti mereka. “Bukan itu yang kami inginkan. Bagi saya dan Jared, hubungan antarpersonal lebih penting. Kami justru senang berada di lingkungan kecil yang akrab,” jelasnya. Apalagi pria kelahiran Livingstone, New Jersey, 10 Januari 1981, ini memang bukan pria yang senang tampil di depan umum.

Pasangan ini memang sangat jarang terlihat sedang makan di restoran mewah. Mereka mengaku sangat biasa saja. “Kami pergi ke taman, naik sepeda, atau makan di kedai sandwich di pinggir jalan,” kata Jared, tersenyum. “Rasanya sudah bertahun-tahun kami tidak ke kelab malam,” tambah Ivanka.

Meski tak mau membicarakannya kepada banyak orang karena agama adalah hal yang sangat personal, Ivanka merasa  bahwa keputusannya untuk pindah agama amat tepat. “Saya sangat modern, tapi juga orang yang sangat tradisional. Agama saya kini memiliki dasar yang amat baik untuk hubungan dalam keluarga,” ungkapnya.

Ivanka dan Jared juga menjalani ritual hari Sabat. Tiap Jumat dan Sabtu mereka tak melakukan apa pun, kecuali menghabiskan waktu bersama keluarga. Mereka juga tidak melakukan dan menerima telepon, dan membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan sekarang.

Di saat itu pulalah Ivanka akan memasak. “Bayangkan, dulu ia tak pernah memasak sama sekali, tapi kini ia koki jempolan,” Jared memuji istri tercintanya. Tiap Jumat, Ivanka akan memasak untuk mereka berdua dan mematikan telepon selama 25 jam. "Rasanya sangat feminin bila saya bisa melakukannya untuk suami. Atau bisa pulang cepat dan sekali seminggu memasak hanya untuk kami sekeluarga,” kata Ivanka, tersenyum.

Jared sangat menghargai niat Ivanka itu dan mendukung sepenuhnya. Bahkan, dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal pada tahun 2012, Ivanka mengatakan, “Hadiah terbaik yang pernah saya terima dari Jared adalah sebuah blender. Karena menurutnya, saya sangat senang memasak sup,” ujar Ivanka, tertawa.

“Sungguh menyenangkan bisa menjalankan kehidupan yang  religius di dunia yang bergerak sangat cepat ini. Benar-benar signoff. Kami tak melakukan apa pun selain bermain dan berjalan-jalan bersama ketiga anak kami, Arabela (6), Joseph (3), dan Theodore (1). Benar-benar keluarga,” Jared menambahkan.

Keduanya memang gila kerja. Tak heran jika kehidupan keduanya amat penuh kesibukan. Namun, karena itu juga mereka bersyukur tak membutuhkan banyak kompromi, karena mereka berada di industri yang sama. Ivanka juga mengaku sangat menikmati makan malam bisnis yang mungkin membosankan buat banyak orang normal lainnya. Ia juga tak pernah protes bila ketika pulang di malam hari, Jared masih disibukkan membalas banyak  e-mail, selama satu jam. “Ia sudah sangat sibuk sejak kami pacaran, jadi saya amat mengerti itulah hidupnya.”

“Tapi menurut saya, Ivanka adalah CEO di rumah tangga kami. Saya mungkin adalah bagian dari jajaran direkturnya,” ucap Jared, tertawa.

Kini, kesibukan mereka makin bertambah.  Ivanka dan Jared telah berkomitmen aktif di dunia politik, khususnya setelah mereka bergabung di tim sukses kampanye Donald Trump sebagai calon presiden dari partai Republik. Bahkan, Jared akan  makin sibuk dengan jabatan barunya yang sangat strategis sebagai penasihat senior Presiden AS. “Suatu kehormatan bisa melayani negara kita. Saya sangat senang bisa berbagi semangat dengan Presiden dan rakyat Amerika,” kata Jared, dalam surat pernyataannya.

Diangkatnya Jared membuat mereka harus meninggalkan kehidupan keluarga mereka yang nyaman selama ini. Agar tak terjadi conflict of interest, Ivanka siap mengorbankan kariernya sebagai direktur di Trump Organization demi kemajuan karier suaminya. “Saya akan pindah ke Washington DC bersama anak-anak, agar Jared bisa bekerja dengan tenang tanpa harus memikirkan keluarga.” Bagi mereka, kini yang terpenting adalah bekerja sebaik mungkin mendukung Presiden dalam menjalankan negara.(f)