
Pasangan yang sudah bersama selama delapan tahun ini berusaha selalu positif dalam menyikapi berbagai tantangan cinta mereka. Sebagai orang tua, mereka terus belajar untuk memberikan yang terbaik dan menanamkan nilai positif bagi dua buah hati mereka. Ibarat tim sepak bola, #teamBachdim ini memang kompak dalam menjaga kekuatan mereka.
Kekuatan di Tengah Perbedaan
“Ya, kami jatuh cinta tiap hari,” kata Irfan Bachdim (29), membuka percakapan. Ia tersenyum, disambut senyum manis sang istri, Jennifer Kurniawan Bachdim (30), yang dinikahinya pada 8 Juli 2011, ibu dari dua anaknya. Kemesraan keduanya tampak sepanjang obrolan femina dengan pasangan muda ini. Begitu natural, tanpa ada kesan dibuat-buat.
Padahal, di balik sikap mereka yang selalu mesra itu, mereka memiliki 1001 perbedaan. “Kami multiras. Saya keturunan Jawa dan Arab, sedangkan Jennifer keturunan Jerman dan Tionghoa. Saya besar di Belanda, sedangkan Jennifer besar di Jerman,” kata Irfan. Pemain sepak bola yang berulang kali masuk dalam tim nasional Indonesia ini menambahkan, hal ini tentu berimbas pada perbedaan budaya antara keduanya, termasuk cara berpikir, bersikap, dan segalanya.
Dilihat secara karakter, keduanya juga memiliki perbedaan. Irfan sangat mengagumi sifat Jennifer yang kalem, tapi aktif. Sementara Irfan merasa lebih tegas dan keras. “Jennifer manis, sedangkan saya supermanis,” canda Irfan, disambut tawa Jennifer. Namun, perbedaan terbesar di antara keduanya, terutama di awal pernikahan, adalah perbedaan keyakinan. Irfan yang menyandang nama Bachdim beragama Islam, sedangkan Jennifer besar dalam lingkungan keluarga Kristen.
Perbedaan yang sempat mengganjal rencana pernikahan mereka. Saat menikah di Kota Stuttgart, Jerman, tidak ada satu pun keluarga Irfan yang hadir di antara tamu undangan. Toh, hal itu tidak memupus rasa cinta yang kadung berkembang subur di hati keduanya. “True love, saya jatuh cinta tiap hari kepada Jennifer,” kata Irfan, menjelaskan alasannya. Jennifer menambahi dengan mesra, ”Happiness dan bersikap positif saja.”
Pada akhirnya, keduanya berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa cinta mereka sedemikian besar, agung, dan sulit untuk ditentang.Kemesraan mereka tetap terjaga setelah hampir delapan tahun menikah. Kehadiran Kiyomi Sue Bachdim (6) dan Kenji Zizou Bachdim (4) membuat ikatan keduanya makin erat.
(Klik page di bawah untuk cerita selanjutnya)

Belajar Menjadi Orang Tua Ideal
Sebagai pemain bola profesional, Irfan kerap berpindah tempat. Ia sempat menjadi bagian dari skuat Persema Malang, satu tim dengan adik Jennifer, Kim Kurniawan. Irfan juga sempat merumput di Chonburi FC Thailand, Ventforet Kofu, dan Consadole Sapporo Jepang, sebelum akhirnya berlabuh di Bali United pada Januari 2017. Meski repot, Jennifer dan Irfan memutuskan untuk selalu memboyong keluarganya. “Ya, karena kami hanya berempat. Keluarga yang lain ada di Belanda, di Jerman, atau di Jakarta. Jadi, kami hanya berempat, tidak ada orang lain di antara kami,” kata Irfan.
Rupanya, mereka belajar dari pengalaman masa lalu. Pada tahun 2012 hingga 2013, saat Irfan tergabung dengan klub sepak bola di Thailand, mereka sempat tinggal terpisah. “Itu adalah masa-masa tersulit bagi kami,” kata Irfan. ”Suatu kali kami bertemu di bandara. Saya sangat rindu pada istri dan putri saya, tapi ternyata Kiyomi menolak kehadiran saya. Dia menangis keras, seolah saya orang asing.”
Hal ini memukul perasaan Irfan. Ia kemudian melakukan hal yang juga ia sesalkan di kemudian hari. ”Ketika Kiyomi terus menolak saat digendong, dan saya lelah berusaha, akhirnya saya bersikap, ya sudahlah, jika ia tidak mau menerima papanya. Tapi, saat itu kan saya masih muda,” kata Irfan.
Untunglah Jennifer bisa menjadi jembatan yang mempersatukan keduanya. Jennifer selalu melibatkan Irfan dalam kegiatan pengasuhan. Ketika ia mendongeng untuk Kiyomi misalnya, maka ia akan mengarahkan putri sulungnya itu untuk juga mendengarkan dongeng dari papanya. Melibatkan sang papa dalam kegiatan pengasuhan rupanya menjadi obat yang manjur. Kiyomi yang saat itu berusia sekitar satu tahun akhirnya mau menerima kehadiran papanya secara perlahan. “Butuh waktu sekitar satu tahun untuk membuat kami dekat,” kata Irfan.
Tak mau kondisi tersebut terjadi lagi, ketika dikontrak klub Ventforet Kofu, Jepang, Irfan langsung memboyong istri dan anaknya untuk tinggal bersama. Di Negeri Sakura inilah, Kenji, putra kedua mereka, lahir. Sejak saat itu, Irfan berusaha melibatkan anak-anaknya dalam banyak hal, termasuk saat berlatih bersama rekan-rekan satu klubnya. Sesuatu yang kemudian membuat hubungan di antara mereka sangat erat.
Meski tinggal di Jepang memberikan kenyamanan, ada kerinduan dalam hati mereka pada Indonesia. Apalagi Irfan kerap dipanggil untuk membela tim nasional, demikian juga Jennifer yang cukup sering diundang di berbagai acara yang berhubungan dengan profesinya sebagai fashion blogger. Tidak heran, keduanya mengaku senang ketika Irfan direkrut untuk memperkuat tim Serdadu Tridatu, julukan Bali United. Pulau Bali dianggap ideal untuk kedua buah hati mereka. “Ini tempat yang menjadi pertemuan antarbudaya, antaragama. Bali juga menjadi tempat yang ramah bagi Kiyomi dan Kenji. Mereka lebih bebas bermain, memiliki kesempatan luas untuk mengeksplorasi alam,” kata Irfan, yang bersama Jennifer memutuskan untuk tidak memiliki asisten rumah tangga.
Uniknya, meski sangat aktif di media sosial, Jennifer justru menjauhkan anak-anaknya dari gawai, juga televisi. “Saya tidak mau mereka menjadi terlalu asyik pada gawainya, tidak bicara satu dengan yang lain, dan lesu ketika lupa membawa gawai. Saya berpikir, hal ini kurang baik,” kata Jennifer. Sebagai solusi, Jennifer akan memberikan back pack, yang isinya berupa mainan dan makanan kecil, kepada kedua anaknya. Selain itu, sebagai orang tua, baik Irfan maupun Jennifer berkomitmen hanya membuka gawai di saat-saat tertentu. “Saat makan malam, kami akan mematikan gawai dan fokus pada keluarga,” kata Irfan.(f)
PEWAWANCARA: ARNI KUSUMADEWI. TEKS: Gilang.BUSANA & aksesori: BIASA – WWW.BIASAGROUP.COM (IG: @BIASA OFFICIAL), gingersnaps- gandaria city, NATALIA KIANTORO (IG: @NATALIAKIANTORO), MAYORAL, MARC JACOBS KIDS, TUTTOPICCOLO–BIMBI, PLAZA INDONESIA, alenka & margo (IG; @alenkandmargo). RIAS WAJAH: EMMA KRISTYONO (IG: @EMMAKRISTYONO). TATA RAMBUT: XIAOLEE (IG: @XIAOLEEMAKEUPARTIST). PENGARAH GAYA FIQI BANAFSAJI, ARNI KUSUMADEWI. FOTOGRAFER AGUNG NGURAH ADITYA – LOVE BY NPM (IG: @ANADITYA_ / @LOVEBYNPM). LOKASI IMPERIALVILLA AT FOUR SEASONS JIMBARAN BAY– WWW.FOURSEASONS.COM/JIMBARANBAY (IG: @FSBALI)