Foto: Dok. Pribadi

Sudah lebih dari satu dekade Nana Mirdad (32) menghabiskan hidupnya bersama dengan Andrew White (32). Hampir 12 tahun menikah, rentetan suka dan duka telah mereka lewati. Terlebih ketika keduanya harus membuat keputusan sulit: meninggalkan dunia seni peran yang telah membesarkan nama mereka. Sejak 8 tahun lalu mereka pindah dan menetap di Bali. Andrew meneruskan bisnis keluarga, sedangkan Nana menjadi ibu rumah tangga. Bagi mereka, demi cinta dan keluarga, tak ada yang mustahil.
 
Energi Positif
Di sebuah kafe di Jakarta, Nana dan Andrew pertama kali bertemu pada tahun 2005, dikenalkan seorang teman. Pertemuan itu berjalan biasa saja, tidak ada yang istimewa. Namun, di balik itu, Nana ternyata menyimpan sebuah rasa ingin memiliki pasangan hidup seperti pria yang baru saja ia kenal itu. Ia kagum
pada keramahan dan ketampanan Andrew. Di matanya, Andrew begitu berkarisma.
 
Hal ini berbeda dengan Andrew, yang menganggap perkenalan itu biasa saja, walau ia tahu Nana public figure dan anak pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou. Tapi, tak butuh waktu lama untuk mendekatkan keduanya. Kesempatan bekerja sama dalam beberapa sinetron membuat mereka  akhirnya akrab.
 
Berawal dari lokasi syuting sinetron Si Cantik dan Si Buruk Rupa, saat itu Andrew menjadi bintang utama bersama Lydia Kandou, sedangkan Nana berperan sebagai bintang tamu. Kebersamaan keduanya berlanjut di sinetron Dikejar Dosa. Syuting tiap hari membuat keduanya makin dekat. Tak lagi sebatas teman, tapi sebagai sepasang kekasih. “Sejak itu kami berteman dekat sekali,” ujar Nana tersipu.
 
Nana nyaman karena Andrew enak diajak ngobrol dan tak suka mengatur. Sementara Andrew terpikat dengan kepribadian Nana yang tidak materialistis, hidup apa adanya. “Padahal, saat itu saya tidak berniat menikah dengan sesama artis. Tapi, tutur kata dan pembawaan Nana yang dewasa membuat saya yakin untuk menikahi dia,” kata Andrew, tersenyum.
 
Setiap berada di sisi Nana, Andrew merasakan ada aliran energi positif yang ikut memengaruhi jiwanya. Selain itu, keduanya juga memiliki hobi dan kegemaran yang sama. Kecocokan dan keterikatan yang kuat pula yang akhirnya mendorong Andrew dan Nana menikah di usia yang terbilang muda, 20 tahun, pada 13 Mei 2006.
 
Bukan keputusan mudah membangun rumah tangga saat keduanya masih mengejar karier. Apalagi mereka langsung dikaruniai buah hati. Mereka yang menganggap sudah sangat cocok satu sama lain, justru setelah menikah sering terjadi ketidakcocokan. Masalah terus menggedor benteng cinta mereka.
 
Nana mengaku bahwa ia sering menangis di awal-awal pernikahan karena perbedaan pendapat dengan Andrew. Namun, semarah dan sebesar apa pun masalah, tak pernah keluar ancaman berpisah. Bagi wanita kelahiran Jakarta, 14 Maret 1985 ini, pernikahan adalah hubungan yang harus dijalani berdua dan dijaga keutuhannya hingga maut memisahkan.
 
Prinsip serupa yang juga dipegang Andrew. “Kami disatukan oleh Tuhan, tidak akan bisa dipisahkan oleh manusia. Jika ada percekcokan, mungkin karena kami belum saling mengenal baik. Hubungan pacaran kami tak sampai satu tahun. Prinsip saya, kami harus siap menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata Andrew, tegas. Keyakinan yang membuat keduanya mampu melewati 12 tahun pernikahan dengan dua anak.
 
Termasuk ketika 8 tahun lalu mereka memutuskan untuk pindah ke Pulau Bali dan meninggalkan dunia seni peran yang pernah membesarkan nama mereka. Andrew meneruskan bisnis keluarga, salah satunya bergerak di bidang konstruksi kolam renang, sedangkan Nana menjadi ibu rumah tangga. “Saya sempat dilema karena harus meninggalkan pekerjaan sebagai pekerja seni. Tapi, demi kebaikan dan masa depan keluarga, saya mengalah,” ujar Nana.
 
 


Foto: Dok. Pribadi
 
Mimpi Besar Sebagai Orang Tua
Hingga kini, diakui keduanya, kerikil-kerikil kecil itu masih mereka temui. Tapi, ketika keduanya dalam keadaan emosi, pasti ada salah satu dari mereka yang akan mengalah. “Biasanya saya yang paling sering mengalah,” ungkap Andrew, tergelak.
 
Beruntung, keduanya cukup terbuka dalam berkomunikasi. Komitmen yang diterapkan sejak pacaran. “Kami tidak pernah memendam masalah. Ketika ada yang kurang disukai, maka dengan jujur kami ungkapkan,” kata Nana.
 
Selain itu, selalu memiliki waktu untuk saling berbicara terbuka dirasakan pria kelahiran Australia, 13 Desember 1985, ini sebagai perekat hubungan mereka. Biasanya, mereka memilih berbicara berdua di malam hari sebelum tidur. Mereka juga tak pernah lupa untuk menyisihkan hari libur berdua, walaupun hanya sekadar pergi makan malam tanpa mengajak anak-anak, di akhir pekan.
 
Setelah menikah, Nana merasa tak lagi bebas seperti saat lajang. Tapi, ia menikmati. Baginya, suami dan anak adalah yang utama. Apalagi Andrew banyak membantu urusan domestik dan anak-anak. “Andrew ayah yang sigap, ia dapat mengurus dan merawat anak-anak. Misalnya, ketika kami ke Kanada, dalam penerbangan selama hampir 25 jam, dengan senang hati ia temani anak kami,” ungkap Nana.
 
“Tapi, ada saat ia buat saya kesal. Misal, kalau sedang hangout, Andrew akan meminta pulang ketika sudah jam 8 malam. Alasannya, anak-anak harus cepat istirahat karena besok sekolah. Sementara, saya masih ingin santai-santai,” tambah Nana, tersenyum. Di balik sikap Andrew yang disiplin itu, Nana melihat tanggung jawab dan perhatian Andrew yang besar pada keluarga.
 
Kini mereka bahagia, terbebas dari rutinitas dunia hiburan yang penuh gemerlap dan tak kenal waktu. Kehidupan keluarga berjalan teratur. Tiap pagi Nana menyiapkan kebutuhan Andrew yang berangkat ke kantor pukul 7 pagi, serta kebutuhan kedua anak mereka, Jason Deandra White (11) dan Sarah Deana White (6), berangkat sekolah.
 
Publik pun bisa melihat kehidupan keluarga muda ini lewat foto-foto yang mereka unggah ke akun Instagram @#andrew.white._ dan @nanamirdad_. Andrew terlihat sebagai sosok pria yang sangat family man, akun instagramnya dipenuhi foto Nana dan anak-anak mereka. Belum lagi foto-foto candid yang menggambarkan kemesraan, hingga video dansa keduanya yang romantis, membuat banyak pasangan muda menyebut mereka sebagai #relationshipgoal.
 
Sebagai orang tua, mereka punya mimpi besar untuk kedua anaknya. Meski sempat mengajak Jason dan Sarah ikut syuting sebuah iklan, Nana tak ingin anaknya terjun ke dunia hiburan di usia muda, seperti yang pernah ia lakukan. Ia ingin anaknya menuntut ilmu terlebih dahulu. “Kelak kalau mereka ingin terjun ke dunia seni peran seperti yang pernah kami geluti, boleh saja. Tapi, selesaikan dulu pendidikan sebagai bekal untuk masa depan,” kata Nana, tegas.(f)


Baca juga:
Rinni Wulandari - Jevin Julian: Pernikahan untuk Meraih Mimpi Bersama
Miranda Kerr dan Evan Spiegel: Memilih Hidup Membumi
Menaklukkan Jarak dan Waktu Ala Zivanna Letisha & Haries Argareza Harahap