
Foto: Pexels
Di masa serba cepat ini, karya sastra yang bisa dinikmati dalam waktu singkat juga ikut terangkat. Puisi adalah salah satunya. Ketika emoticon mendominasi lalu lintas percakapan kita, membaca kata-kata dahsyat yang puitik bisa sangat menyegarkan, seperti hujan bulan Juni.
1. Melihat Api Bekerja (M. Aan Mansyur)

Sejak kumpulan puisi "Tidak Ada New York Hari Ini" dibacakan Rangga dalam film AADC 2, namanya langsung melejit. Namun sebenarnya, kiprah Aan sebagai sastrawan sudah lama dikenal. Ia juga menerbitkan novel. Dalam buku ini, Aan berkolaborasi dengan EMTE, ilustrator, yang dengan indah menerjemahkan kata-kata puitis Aan dalam goresan gambar cat air. Puisi berikut ini dapat menggambarkan cinta platonis. Sepenggal bait ini cocok untuk Anda yang diam-diam mencintai seseorang.
BARANGKALI
Barangkali lebih baik dia tidak tahu apa-apa tentang aku.
Dia semata sering melihatku melintas di depan rumahnya atau duduk membaca di warung kopi kesukaannya.
Aku udara yang menyesakkan dadanya ketika terhimpit penumpang lain di angkutan umum.
Aku sesuatu yang belum memiliki nama.
Aku ingin diam-diam mencintainya seperti benda kecil yang sengaja menjatuhkan diri dan berharap tidak pernah ditemukan.
2. Milk and Honey (Rupi Kaur)

Lewat puisi dalam buku yang diterbitkan secara independen, wanita yang menetap di Toronto, Kanada, ini menuangkan perasaannya terhadap cinta, kehilangan, dan trauma. Ia tidak memberi judul pada tiap puisi. Lewat kata-kata, ia ingin mengajak pembacanya menyesap rasa manis, bahkan dalam kepahitan hidup. Seperti bait manis ini, yang cocok untuk merayu pria idaman.
NO
It won't be love at
first sight when
we meet it’ll be love
at first remembrance cause
I’ve seen you in my mother’s eyes
when she tells me to marry the type
of man I’d want to raise my son to be like
(Klik page di bawah untuk melihat buku-buku selanjutnya)
3. Hujan Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono)

Telah lahir ratusan sajak yang keluar dari kreativitas jiwanya dalam merangkai kata-kata penuh rasa. Banyak unsur hujan penuh romansa yang menghiasi 102 sajak yang duduk manis dalam buku ini, menunggu dinikmati para penikmatnya yang datang dari lintas generasi. Bahkan, saking berbekasnya tiap bait-bait romantis di hati para penggemarnya, kumpulan puisi yang menginspirasi novel Hujan Bulan Juni ini pun diangkat ke layar lebar dengan judul serupa pada November 2017. Bait berikut ini cocok untuk mereka yang mencintai seseorang dengan diam-diam.
AKU INGIN
aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
4. Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu (Joko Pinurbo)

Joko mengibaratkan buku pilihan sajak ini sebagai album kenangan atas puisi yang ia tulis dari rentang waktu 1980-an hingga 2012. Ada 79 judul puisi yang terkemas dalam buku bertebal 125 halaman ini. Ia menyampaikan pesannya dengan ringan dan tak jarang nyeleneh. Penikmatnya akan banyak menemukan humor yang santai pada sajak-sajak yang tumbuh dalam jiwa puitisnya. Bait-bait puitis berikut ini cocok untuk mengantar tidur kekasih.
KEKASIHKU
Pacar kecil duduk manis di jendela,
menemani senja.
Senja, katanya, seperti ibu yang cantik dan capek setelah seharian dikerjain kerja.
Ia bersiul ke senja seksi yang tinggal
tampak kerdipnya:
Selamat tidur, kekasihku.
Esok pagi kau tentu
akan datang dengan rambut baru.
Kupetik pipinya yang ranum,
Kuminum dukanya yang belum:
Kekasihku, senja dan sendu telah diawetkan dalam kristal matamu.
5. The Book of Invisible Question (Lala Bohang)

Meski bergelar sarjana arsitektur, wanita kelahiran 1985 ini memiliki minat besar pada dunia menulis. Dalam ketiga buku karyanya, Lala menuangkan kelihaian enulis teks sekaligus ilustrasi yang menyertai. Untaian kata-katanya tidak selalu romantis, malah cenderung ‘gelap’, tapi bukan berarti tidak ada yang mengena di hati. Penggalan bait berikut ini cocok untuk mengenang si dia yang meninggalkan jejak memori kasih dalam hati.
That rare memory that sticks to your mind forever. Not the expensive holiday or candle light dinner set-up in fancy restaurant.
It just sticks to your mind without any particular reason expect the person who gives you the memory.
6. Gambar Kesunyian di Jendela (Shinta Febriyani)

Wanita yang berprofesi sebagai sutradara di Kala Teater ini lihai menyusun kata-kata berbingkai sarat makna dalam sajak. Puisinya liris romantis, baik dalam arti manis maupun pahit. Tentang kenangan, romansa masa lalu, hingga berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan sosial di sekitarnya. Bait puisinya berikut ini bisa menggambarkan kerinduan Anda kepada kekasih.
Waktu melangkah terlalu pelan
Sementara rindu tumbuh subur
Kuceritakan perihal senja yang kerap
Menebalkan ingatan padamu
Atau binar bulan
Yang menyerukan kehampaan.
Jarak adalah bentangan belukar
Kita akan melaluinya perlahan-lahan
Agar sampai pada pelukan.
7. 5 Detik dan Rasa Rindu Prilly Latuconsina

JARAK
Karena jarak akan terus membuat rindu
Seperti penyakit yang tidak ada obatnya,
Jarak yang akan menuntun cinta
Dalam satu kepercayaan
Dan jarak juga akan membuat setiap detik bersamamu menjadi
Lebih berharga
Di tengah kesibukannya sebagai pemain sinetron, Prilly menyempatkan 5 detik untuk menulis puisi tentang cinta, terutama rindu, yang menurutnya lahir dari eresahan dan imajinasi. Pilihan katanya sederhana dan singkat, tapi cukup bisa mewakili suara hati orang muda. Penggalan puisi berikut ini tepat untuk menggambarkan hubungan jarak jauh.
8. Bitter Sweet Love (Michael Faudet)
8. Bitter Sweet Love (Michael Faudet)

Agak berbeda dari kebanyakan penyair yang biasanya menuangkan jiwa romantisnya dalam puisi cinta yang manis dan menggemaskan, sajak-sajak Michael Faudet justru terkesan nakal dengan banyak sentuhan-sentuhan erotis. Dengan gamblang ia melukis pandangannya dalam bait yang banyak mengeksplorasi tentang cinta, kehilangan, hubungan romansa, dan seks. Puisi yang satu ini untuk mereka yang tenggelam dalam penyesalan meninggalkan si dia yang dicintai.
REGRET
A memory picked
From a ower wilted
Its petal faded
All color crushed.
How can I forget
Such fragrant perfume?
The lingering regret
Of a long love lost.
9. Syair-Syair Cinta (Kahlil Gibran)

Bicara soal referensi kata-kata romantis, tak afdal jika tidak menyebut penyair kelahiran Lebanon, Kahlil Gibran. Keindahan karyanya terbukti mampu melewati masa demi masa, hingga terus disukai jauh setelah sang penyair meninggal dunia pada tahun 1931. Banyak sekali puisinya yang mendayu merayu, seperti petikan berikut ini. Cocok untuk menggambarkan kerelaan melepas orang yang dikasihi.
CINTA YANG AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya.
Adalah ketika dia tidak memedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari
berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’.
10. Twenty Love Poems and A Love Song of Despair (Pablo Neruda)

TONIGHT I CAN WRITE THE SADDEST LINE
Tonight I can write the saddest lines.
To think that I do not have her.
To feel that I have lost her.
To hear the immense night, still more immense without her.
And the verse falls to the soul like dew to the pasture.
What does it matter that my love could not keep her.
The night is shattered and she is not with me.
This is all. In the distance someone
is singing. In the distance.
My soul is not satisfied that it has lost her.
Buku kumpulan puisi yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1924 ini wajib masuk dalam daftar buku favorit. Setelah lebih dari 80 tahun terbit, buku ini hadir dengan koleksi yang terus menginspirasi para pencinta dan penyair di seluruh dunia. Penyair asal Cile ini menggambarkan hasrat cintanya dengan metafora yang menawan. Penggalan bait di atas cocok untuk mereka yang sedang patah hati.(f)
Baca juga:
Membaca Zaman lewat Puisi
11 Rayuan Gombal Cowok
Nuri Fajriati, Citra Narada
Baca juga:
Membaca Zaman lewat Puisi
11 Rayuan Gombal Cowok
Nuri Fajriati, Citra Narada
Simak juga: