Foto: Pixabay
 
Setelah dikembangkan oleh koloni Spanyol di Filipina, penyebaran benih squash ke negara-negara sekitarnya—termasuk Indonesia—tak terbendung lagi.
 
Anggota keluarga squah ini lalu bermunculan di mana-mana. Baik yang lokal maupun impor, summer squash dan winter squash kini bisa ditemui di supermarket kita!
 
Summer Squash

Memiliki masa tanam singkat dan semua bagiannya bisa dimakan. Setelah berbunga, 2-7 hari kemudian buahnya langsung dipanen. Telat sedikit, dagingnya akan mengeras dan kurang juicy karena kulit dan bijinya menebal. Kandungan airnya tinggi sehingga tidak cocok direbus lama. Ini beberapa di antaranya:

 

Foto: Pixabay
 

1/ Pattypan Squash (Melopepo f.clypeiformis)
Menyerupai kepala jamur dengan kulit kuning, putih, atau hijau bercorak garis putih. Lezat dikonsumsi ketika mencapai diameter 7,5-10 cm. Lucunya, ketika kulitnya mengeras, jenis ini biasa dikelompokkan ke dalam winter squash.
Olah dengan cara: tumis, panggang, dan diberi isi.
 

Foto: pixabay
 
2/ Zucchini/Courgette (Cucurbita pepo)
Selain berkulit hijau gelap dan kuning, zucchini terkadang bisa berwarna hijau dengan corak garis putih. Paling enak disantap ketika mencapai diameter 15–20 cm. Olah dengan cara : sebagai campuran salad, diberi isi, vegetarian lasagna, fritter, dipanggang, atau isi sandwich.


 

Foto: Fotosearch
 
 
3/ Labu Siam/ Chayote (Sechium edule)
Banyak ditanam karena tidak berpengaruh pada musim. Ada dua jenis, berkulit mulus dan berduri-duri lunak. Bobotnya bisa mencapai 2 kg! Olah dengan cara: jadikan lalapan, tumis, fritter (Australia), atau salad dan salsa ala Meksiko. (f)

Baca juga:

Yuk, Bikin Telur Asin Sendiri di Rumah!

Apa Bedanya Cokelat Compound dan Couverture?

5 Bahan Pengganti Garam