
Foto: 123RF
1/ Beli private brand
Tiap swalayan dengan jaringan besar pasti memiliki barang-barang dengan merek milik sendiri (private brand). Barang-barang private brand biasanya lebih murah dibandingkan dengan barang bermerek komersial.
Contoh produk private brand misalnya ada di kategori tisu, kapas, gula, air kemasan, minyak sayur, dan sabun pencuci tangan.


2/ Langganan newsletter
Tidak perlu gengsi dicap sebagai ‘ibu-ibu promo’. Siapa yang tak mau barang bagus dengan harga murah?
Di saat harga kebutuhan pokok melonjak, berlangganan newsletter menjadi salah satu trik untuk mendapatkan barang dengan harga miring.
Saat ini, newsletter swalayan tidak hanya berbentuk selebaran, tapi juga dalam bentuk surel. Mudah mengeceknya di smartphone!
Biasanya, tiap minggu akan ada beberapa kali masa promosi. Jika diperhatikan, barang yang didiskon minggu ini akan kembali diskon dalam beberapa minggu ke depan. Dengan begitu, Anda akan tahu kapan harus berbelanja daging, ikan, buah, minyak, susu, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga miring.
Jika perlu, berlangganan newsletter dari beberapa swalayan.

Wajan, food processor, atau peralatan masak berkualitas memang tidak murah. Namun, membelinya bisa menjadi investasi yang menguntungkan. Apalagi jika harganya sedang diskon atau sedang ada program cicilan.
Namun, pikir-pikir dulu sebelum membeli. Coba tengok lagi kebiasaan Anda di dapur. Seberapa sering Anda akan menggunakan alat ini. Apakah fungsinya tidak bisa diganti dengan alat lain yang lebih sederhana dan murah?
Benarkah alat itu dibutuhkan? Jangan kalap dengan kata ‘promosi’ dan jangan sampai barang yang Anda beli akhirnya teronggok di pojok lemari dapur.

4/ Belanja grosir
Dalam setahun Anda pasti mengadakan pesta atau perayaan. Entah itu ultah anak, arisan keluarga, pengajian, atau perayaan hari raya. Bagi yang punya anak kecil, bagi-bagi goodie bag lumrah dilakukan. Puluhan bungkus minuman dan makanan ringan harus disiapkan.
Untuk menyiasati pengeluaran, beli di swalayan khusus grosir. Pedagang biasanya berbelanja di sini karena jauh lebih murah. Selisihnya bisa Rp2.000, bahkan lebih. Jika selisihnya dihitung dengan banyaknya jumlah barang yang akan dibeli, Anda pasti akan berpikir untuk belanja di toko grosir.
Kebutuhan harian yang harus Anda beli dalam jumlah banyak, seperti susu kotak dan makanan ringan untuk bekal anak sekolah, juga bisa dibeli di sini. Lebih hemat!

5/ Jangan membawa kartu kredit dan kartu debit
Bawa saja kartunya, tapi enggak perlu dipakai. Kalimat ini sering ada di kepala Anda? Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa menahan diri untuk mengambil barang dari rak swalayan, pikir dua kali untuk memakai cara ini. Lebih baik Anda membawa uang tunai. Dengan begitu, Anda akan lebih berhati-hati saat belanja agar uang yang Anda bawa cukup untuk membayar. Kini saatnya disiplin dengan anggaran dan daftar belanja yang sudah Anda siapkan sebelumnya.

6/ Buat catatan pengeluaran
Banyaknya pengeluaran dalam sebulan memang membuat pusing. Usahakan untuk selalu membuat catatan pengeluaran. Dengan demikian, Anda akan tahu ke mana larinya uang Anda.
Jika merasa pengeluaran bulan ini masih terlalu besar, cek kembali catatan pengeluaran. Apakah yang kira-kira masih bisa dikurangi bulan depan?
Bandingkan juga pengeluaran bulan lalu dan bulan ini. Sukseskah program Anda untuk menjadi lebih hemat? (f)