Menjaga pola makan anak menjadi fokus para ibu yang lebih-lebih lagi di tengah pandemi. Namun, bagi anak yang dibiasakan makan sehat, yakni kaya sayuran dan buah, serta tanpa gula pasir, hal ini adalah challenge berat. 

Bagi yang menghadapi penolakan dari anak bisa mengakalinya dengan tampilan bahan sehat menjadi menggemaskan.

Karena anak-anak sering meminta camilan di luar waktu makan utama, punya banyak resep kreatif akan sangat membantu. Iya dong, ketimbang panik lalu buru-buru menelfon fast food untuk delivery, kan


SETUP BUAH PIR

Alias poached pir. Bisa dicoba bagi anak-anak yang masih belum dibiasakan makan buah yang segar, bertekstur sedikit keras. 

Kukus buah pir yang sudah dikupas bersama air, air jeruk, dan sedikit saja gula merah. Tidak perlu memakai versi resep barat yang merebusnya memakai terlalu banyak gula pasir. 

Boleh juga direbus bersama kayumanis supaya wangi. 

Setelah lunak, hiasi pir menjadi bentuk muka dengan stroberi ('mulut') dan kismis/blueberry (mata). Enak banget disantap hangat!

 
 



DAIFUKU ISI STROBERI

Daifuku adalah camilan Jepang berisi stroberi lokalnya yang besar dan manis. 

Kita bisa memakai stroberi yang ditanam di Indonesia, walau memang rasanya seringkali tidak terlalu manis. Namun, pada daifuku rasa asam ini bisa tertutupi dengan adanya lapisan pasta kacang merah yang manis. 

Daifuku dibuat dari tepung beras, menjadi lapisan mochi. Anak-anak pasti suka karena teksturnya yang lembut. 

 
 


SUSHI PISANG MANIS

Tahu dong, kalau anak-anak suka banget kalau ke resto sushi. Bentuk sushi yang mungil-mungil, serta punya tampilan yang menarik menggugah selera mereka. 

Cobain deh bikin sushi versi sarapan, yakni dengan menyiramkan chocolate ganache ke permukaan pisang cavendish. Potong-potong, lalu taburi kacang pilihan. Namun, jika anak alergi kacang, taburi dengan remahan biskuit kesukaan. Gampang banget disiapinnya!

Chocolate ganache bisa dibuat dengan melelehkan chocolate couverture bersama sedikit krim kental. Jika tersisa, bisa dibuat menjadi minuman cokelat dingin. 

 
 


Moms bisa pelajari cara membuat selai kacang sendiri. Memang, diperlukan alat khusus, yakni food processor yang tangguh, atau high speed blender untuk bisa mengeluarkan minyak dari kacang yang dihaluskan.

Biasanya, para ibu dalam komunitas sehat membuatnya di rumah salah seorang teman yang punya alat khusus ini, lalu membuatnya sekali banyak untuk saling dibagi. Selai kacang buatan sendiri terhitung aman, karena bisa dibuat dari kacang organik, tanpa melibatkan minyak kelapa, menggunakan garam natural, dan minim gula pasir. Tanpa rasa artifisial dan tanpa pengawet. 

Sekalinya punya selai kacang superenak ini, para ibu bisa menggunakannya pada segala macam makanan tanpa terlalu was-was. Misalnya dioles ke apel merah ini, sehingga ada rasa creamy dan gurih. 

Anak-anak tak terbiasa makan buah? Latih selalu tanpa menyerah dan contohkan pula. Anak-anak akan lama kelamaan meniru orangtuanya. 

 
 


Moms tahu kebaikan oat, tapi keburu menyerah karena anak malas melihat tekstur buburnya? 

Mungkin penyajian dalam gelas-gelas mungil tidak akan terasa intimidatif bagi si kecil. 

Campur pula oat dengan cokelat (tentunya, pilih cokelat kualitas baik). Atau, jika anak suka dengan rasa lain, campurlah oat dengan bahan itu karena oat rasanya netral dan luwes digabung rasa apa saja. 

Oat yang direbus dengan cokelat bisa selanjutnya dicampur pisang agar teksturnya kental mirip es krim. Sajikan dingin! (f)

Foto: Dok.Shutterstock

Baca juga: 
Berekplorasi di Dapur Saat Pandemi, Nicholas Saputra Pede Dengan Masakannya
Seberapa Pedasnya Buldak Sauce Varian Extreme? Fans Kfood Perlu Tahu
Perluas Popularitas Daging Asap, RAMUASAP Authentic Smokehouse Dibuka di Kemang