Foto: 123RF
 
Sahabat garam dalam berbagai ‘sengatan’ aroma unik. Dari pemberi sensasi hangat di tenggorokan hingga yang memberi sedikit rasa kebas di lidah. Kenali berbagai macam jenis merica supaya masakan buatan Anda lebih sedap!

Temukan tip masak lainnya di COOKING TIPS

Foto: 123RF
 
1/ Merica Hijau (Piper nigrum)
Berasal dari biji merica termuda. Banyak dijual dalam rendaman air garam atau cuka daripada segar atau kering. Banyak digunakan dalam masakan Barat, sebagai campuran saus.
 

Foto: 123RF
 
2/ Merica Hitam (Piper nigrum)
Biji merica hijau yang mulai kemerahan (hampir matang), ditumpuk selama 2-3 hari untuk proses fermentasi. Setelah itu, dijemur di bawah sinar matahari hingga berubah menjadi keras dan hitam.

Aromanya lebih tajam dan rasa pedasnya lebih menyengat dibanding merica putih. Cocok untuk berbagai jenis masakan, bahkan untuk masakan manis.
 

Foto: 123RF
 
3/ Pink Pepper (Schinus molle)
Rempah asal Brasil dengan bentuk dan aroma mirip merica tapi ternyata bukan datang dari keluarga merica. Ada sedikit sensasi manis dan asam yang cocok untuk masakan ikan dan saus.
 
 
 

Foto: 123RF
 
4/ Merica Sichuan (Zanthoxylum)
Rempah tertua di Tiongkok yang juga merajai daftar bahan pengobatan tradisional Tiongkok, India, dan Jepang. Salah satu campuran dalam bubuk ngo hiong. Agar lebih kuat, sangrai sebelum penggunaan.
 

Foto: 123RF
 
5/ AllSpice  (Pimenta dioica)
Saat ditemukan di Kepulauan Karibia, Columbus mengiranya sebagai merica. Merica Jamaika ini punya rasa dan aroma manis yang tipis. Di Eropa digunakan untuk cake dan biskuit rempah, sedangkan di Timur Tengah dan India untuk sup, stew, dan roti.
 

Foto: 123RF
 
6/ Cabai Puyang  (Piper longum)
Asli Indonesia yang sudah diperdagangkan ke Timur Tengah sebelum Masehi. Bentuknya mirip cabai, tapi pedas-hangatnya lebih lembut daripada merica hitam. Coba, deh, long pepper ini untuk bumbu gulai dan acar!

Foto: 123RF
 
7/ Kemukus  (Piper cubeba)
Sering disebut merica ekor dan cubeb. Rasanya pedas dan agak pahit. Lebih sering dipakai untuk obat Cina dan obat tradisional Jawa, juga untuk membumbui masakan daging sapi, ikan, dan sayuran.

Baca juga:

Para Ratu Dapur Wajib Tahu: 17 Dedaunan Khas Asia Tenggara, Dari Dill, Miana, Hingga Basil (Part 1)

Beda Garam Dapur dan Garam Himalaya