
Foto: 123RF
1/ Alokasikan uang belanja
Hari gajian waktunya berbelanja. Eits, tunggu dulu! Sebelum membelanjakan gaji Anda, dahulukan membagi-baginya untuk kebutuhan pokok bulanan. Cara lama yang masih jitu: Memisahkannya ke dalam amplop-amplop!
Jika ingin memperketat pengawasan pengeluaran, bagi lagi amplop belanja menjadi uang belanja bulanan dan mingguan. Dengan demikian, Anda akan berpikir dua kali untuk berbelanja barang yang sebenarnya tidak perlu.
Saat ini beberapa bank sudah mengeluarkan digital banking. Teknologi ini memungkinkan Anda untuk membuat pos-pos pengeluaran dalam wujud kartu debit. Pengaturan dana yang praktis, karena bisa dilakukan melalui smartphone.

Foto: Dok. Femina
2/ Membuat daftar menu
Lagi-lagi pengaturan menu bisa menekan biaya pengeluaran, khususnya bahan makanan. Karena sibuk, belanja bahan makanan di swalayan, khususnya sayuran segar, dilakukan seminggu sekali. Terkadang, jumlah yang ingin kita beli tidak sesuai dengan yang dijual. Kembang kol yang ukurannya terlalu besar atau buncis yang dikemas terlalu banyak, misalnya. Agar tidak terbuang sia-sia, usahakan menu dalam minggu itu ada dua hari yang menggunakan kembang kol dan buncis agar sayuran itu tidak terlalu lama dalam lemari es.
Unduh e-book Menu Bulanan Femina di sini, gratis!
Catat barang yang Anda butuhkan sebelum berbelanja agar Anda tahu benar apa yang perlu dibelanjakan. Tentunya, utamakan bahan atau barang pokok terlebih dahulu. Barang yang masih bisa ditunda pembeliannya, urutkan di bagian terbawah.
Ingat! Jangan tergoda oleh promo barang-barang yang sebenarnya tidak atau belum dibutuhkan, kecuali Anda memiliki dana ekstra. Ingat juga untuk memotongnya dari anggaran selanjutnya.

Foto: 123RF
4/ Cek harga
Merasa kesal, karena barang yang diambil dari rak ternyata lebih mahal dari perkiraan Anda sesampainya di kasir? Seringkali karena malas mengembalikan atau gengsi, akhirnya barang yang mahal itu tetap dibeli. Banyak yang punya pengalaman seperti ini? Walaupun tidak sering, tetap saja ada pengeluaran yang tidak perlu.
Hindari kejadian ini dengan tidak terburu-buru mengambil barang-barang ke dalam keranjang belanja.
Dengan meneliti harganya terlebih dahulu, Anda juga bisa membandingkan harga beberapa produk sejenis. Pilih yang menurut Anda paling sesuai dengan keinginan dan bujet. (f)
Lagi-lagi pengaturan menu bisa menekan biaya pengeluaran, khususnya bahan makanan. Karena sibuk, belanja bahan makanan di swalayan, khususnya sayuran segar, dilakukan seminggu sekali. Terkadang, jumlah yang ingin kita beli tidak sesuai dengan yang dijual. Kembang kol yang ukurannya terlalu besar atau buncis yang dikemas terlalu banyak, misalnya. Agar tidak terbuang sia-sia, usahakan menu dalam minggu itu ada dua hari yang menggunakan kembang kol dan buncis agar sayuran itu tidak terlalu lama dalam lemari es.
Unduh e-book Menu Bulanan Femina di sini, gratis!

Foto: 123RF
3/ Buat daftar belanjaCatat barang yang Anda butuhkan sebelum berbelanja agar Anda tahu benar apa yang perlu dibelanjakan. Tentunya, utamakan bahan atau barang pokok terlebih dahulu. Barang yang masih bisa ditunda pembeliannya, urutkan di bagian terbawah.
Ingat! Jangan tergoda oleh promo barang-barang yang sebenarnya tidak atau belum dibutuhkan, kecuali Anda memiliki dana ekstra. Ingat juga untuk memotongnya dari anggaran selanjutnya.

Foto: 123RF
4/ Cek harga
Merasa kesal, karena barang yang diambil dari rak ternyata lebih mahal dari perkiraan Anda sesampainya di kasir? Seringkali karena malas mengembalikan atau gengsi, akhirnya barang yang mahal itu tetap dibeli. Banyak yang punya pengalaman seperti ini? Walaupun tidak sering, tetap saja ada pengeluaran yang tidak perlu.
Hindari kejadian ini dengan tidak terburu-buru mengambil barang-barang ke dalam keranjang belanja.
Dengan meneliti harganya terlebih dahulu, Anda juga bisa membandingkan harga beberapa produk sejenis. Pilih yang menurut Anda paling sesuai dengan keinginan dan bujet. (f)