
Foto: Unsplash
Untuk menghasilkan donut yang lezat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuatnya. Tips berikut bisa Anda ikuti saat membuat donut untuk berbisnis.
Lihat laman selanjutnya untuk mambaca lebih lanjut.
1. TEPUNG TERIGU PROTEIN TINGGI

Donat dibuat menggunakan adonan roti. Untuk mendapatkan tekstur donat yang lembut diperlukan gluten. Walau tepung terigu serbaguna bisa digunakan, tepung terigu protein tinggi yang lebih banyak mengandung gluten adalah kunci dari adonan donat yang empuk.
2. RAGI INSTAN
2. RAGI INSTAN

Dunia bakery mengenal ragi basah, ragi kering, dan ragi instan. Ragi basah memiliki kadar air yang tinggi sehingga perlu penanganan ekstra.
Ragi kering termasuk ragi semiaktif sehingga saat menggunakannya perlu diaktifkan terlebih dahulu dengan merendamnya dalam air hangat hingga berbuih.
Ragi instan kerap diandalkan para baker karena membuat adonan cepat mengembang. Ragi ini juga bisa langsung digunakan tanpa proses perendaman.
3. TABURAN GULA
Ragi kering termasuk ragi semiaktif sehingga saat menggunakannya perlu diaktifkan terlebih dahulu dengan merendamnya dalam air hangat hingga berbuih.
Ragi instan kerap diandalkan para baker karena membuat adonan cepat mengembang. Ragi ini juga bisa langsung digunakan tanpa proses perendaman.
3. TABURAN GULA

Walau mirip gula bubuk biasa, gula donat (atau dusting donut dan snow sugar) memberikan sensasi dingin di mulut saat disantap karena mengandung mint. Keistimewaan lain dari gula ini adalah tidak basah apabila terkena minyak dari donat yang baru digoreng.
Jika sulit mendapatkannya di supermarket, cari di toko bahan kue. Saluti gula saat donat hangat (bukan panas). Untuk cokelat leleh atau glasur, lakukan saat donat tidak panas lagi.
4. GUNAKAN AIR ES
Jika sulit mendapatkannya di supermarket, cari di toko bahan kue. Saluti gula saat donat hangat (bukan panas). Untuk cokelat leleh atau glasur, lakukan saat donat tidak panas lagi.
4. GUNAKAN AIR ES

Amatlah praktis membuat adonan donat menggunakan mikser. Namun, proses pengulenan menggunakan mikser akan menyumbangkan suhu panas pada adonan.
Suhu yang terlalu panas akan membuat ragi mati. Untuk menyiasatinya, gunakan air es dalam resep adonan.
5. CETAKAN DAN CUTTER
Suhu yang terlalu panas akan membuat ragi mati. Untuk menyiasatinya, gunakan air es dalam resep adonan.
5. CETAKAN DAN CUTTER

Bentuk donat yang rapi sangat menggugah selera. Untuk itu, gunakan cetakan donat atau cookie cutter dengan dua ukuran yang berbeda.
Pastikan cutter tajam untuk menghindari donat yang retak setelah digoreng. Agar adonan tidak menempel pada cutter, pastikan cutter kering dan lapisi dengan tepung tiap kali mencetak adonan.
6. KENTANG DALAM ADONAN
Pastikan cutter tajam untuk menghindari donat yang retak setelah digoreng. Agar adonan tidak menempel pada cutter, pastikan cutter kering dan lapisi dengan tepung tiap kali mencetak adonan.
6. KENTANG DALAM ADONAN

Ada alasan mengapa penjual donat menggunakan kentang dalam adonannya. Kentang membuat tekstur donat lebih padat, tapi tetap fluffy. Makin banyak kentang, makin lembut donat yang dihasilkan.
Masukkan kentang rebus yang sudah dilumatkan menggunakan blender atau chopper. Perbandingan tepung terigu dan kentang dalam adonan bisa mencapai 1:1.
7. DONAT MINI
Masukkan kentang rebus yang sudah dilumatkan menggunakan blender atau chopper. Perbandingan tepung terigu dan kentang dalam adonan bisa mencapai 1:1.
7. DONAT MINI

Jika Anda menggunakan cetakan donat saat membentuk adonan, akan ada adonan berbentuk bulat kecil. Goreng saja menjadi donat mini.
Untuk sisa adonan lainnya, uleni menjadi satu, istirahatkan kembali selama ± 30 menit. Bentuk kembali menjadi donat yang besar.
Bedanya dengan adonan awal, versi fermentasi ulang ini akan menghasilkan adonan yang lebih keras karena terlalu sering diuleni.
8. CEK WAKTU FERMENTASI
Untuk sisa adonan lainnya, uleni menjadi satu, istirahatkan kembali selama ± 30 menit. Bentuk kembali menjadi donat yang besar.
Bedanya dengan adonan awal, versi fermentasi ulang ini akan menghasilkan adonan yang lebih keras karena terlalu sering diuleni.
8. CEK WAKTU FERMENTASI

Setelah dibentuk, adonan akan melalui proses pengembangan kedua. Bagaimana cara mengetahui adonan sudah siap? Tekan adonan dengan jari. Jika jejak jari Anda tetap tertinggal, berarti adonan masih belum siap.
Jika jejak jari Anda lekas menghilang, artinya adonan siap digoreng. Adonan yang underproof akan menghasilkan donat yang keras. Sedangkan adonan yang overproof akan cenderung berminyak dan kempis setelah digoreng
9. SUHU MINYAK YANG TEPAT

Menggoreng donat adalah pekerjaan yang susah-susah gampang. Bila suhu minyak terlalu panas, bagian luar donat akan lekas berwarna cokelat, tapi tidak demikian dengan bagian dalamnya dalamnya.
Jika suhunya terlalu rendah, adonan akan menyerap minyak terlalu banyak dan menghasilkan donat yang berminyak. Suhu minyak yang tepat adalah sekitar 185 – 190 derajat celsius.
Jika punya, gunakan cooking thermometer. Jangan terlalu banyak memasukkan donat ke dalam wajan saat menggoreng agar suhu minyak tidak turun
10. UKURAN WAJAN
Jika suhunya terlalu rendah, adonan akan menyerap minyak terlalu banyak dan menghasilkan donat yang berminyak. Suhu minyak yang tepat adalah sekitar 185 – 190 derajat celsius.
Jika punya, gunakan cooking thermometer. Jangan terlalu banyak memasukkan donat ke dalam wajan saat menggoreng agar suhu minyak tidak turun
10. UKURAN WAJAN

Donat akan mengembang saat digoreng. Karena itu, gunakan wajan yang besar.
Pastikan jumlah minyaknya cukup banyak sehingga donat dapat mengambang di dalamnya agar bentuknya lebih baik. Sebaiknya gunakan wajan yang bagian dasarnya datar, bukan wok.
11. MINYAK PADAT UNTUK MENGGORENG
Pastikan jumlah minyaknya cukup banyak sehingga donat dapat mengambang di dalamnya agar bentuknya lebih baik. Sebaiknya gunakan wajan yang bagian dasarnya datar, bukan wok.
11. MINYAK PADAT UNTUK MENGGORENG

Minyak padat berbeda dengan shortening. Walau bentuknya serupa, minyak padat dikhususkan untuk menggoreng. Jika digoreng dengan minyak padat, donat akan lebih cepat matang, tidak bau, dan tidak terlalu berminyak.
Minyak ini juga tidak mudah rusak sehingga bisa digunakan berulang-ulang. Bahan baku ini cocok untuk Anda yang ingin berjualan donat.
Walau lebih mahal dari minyak biasa, biaya produksinya akan lebih hemat untuk penggorengan dalam jumlah banyak.
12. MENGISI DONAT

Selain diberi taburan atau topping, donat tanpa lubang juga kerap diisi selai. Caranya, masukkan selai ke dalam piping bag.
Lubangi bagian samping donat menggunakan spuit bundar, lalu semprotkan selai ke dalamnya. Lakukan pada saat donat sudah tidak panas.
13. MENGGORENG DONAT TANPA LUBANG
Lubangi bagian samping donat menggunakan spuit bundar, lalu semprotkan selai ke dalamnya. Lakukan pada saat donat sudah tidak panas.
13. MENGGORENG DONAT TANPA LUBANG

Ada alasan mengapa donat berlubang, yakni supaya adonan matang merata.
Nah, jika membuat donat tanpa lubang, goreng donat sedikit lebih lama dari donat biasa. Untuk donat tanpa lubang seperti berliner, bomboloni, zeppole, dan oliebollen, goreng sedikit lebih lama.
14. MENGHASILKAN ‘WHITE RING’
Nah, jika membuat donat tanpa lubang, goreng donat sedikit lebih lama dari donat biasa. Untuk donat tanpa lubang seperti berliner, bomboloni, zeppole, dan oliebollen, goreng sedikit lebih lama.
14. MENGHASILKAN ‘WHITE RING’

Untuk menghasilkan white ring, jangan bolak-balik donat saat menggoreng. Lakukan satu kali saja menggunakan sumpit.(f)