
Foto: Dok. Femina
Isi dapur penyuka masakan hakka dan hing hua ini dilengkapi koleksi sang Ibu yang juga doyan makan. Keduanya kerap berbelanja di pasar Pecinan yang terletak tak jauh dari rumah.
Apa rekomendasi Helen untuk Anda?

Foto: Dok. Femina
Fermentasi kacang kedelai, cuka, bawang putih, bawang bombay, cabai, dan bumbu lainnya. Manis, gurih, dan cocok sebagai campuran bumbu hidangan daging bakar, atau saus cocolan.

Foto: Dok. Femina
Atau duck sauce karena kehadirannya di setiap hidangan bebek peking. Terbuat dari buah plum, aprikot, cuka, gula, dan rempah.
Foto: Dok. Femina
Terbuat dari cabai kering yang dilarutkan dalam minyak sayur. Bisa digunakan dalam campuran tumisan atau pelengkap la mian (mi) dan pengganti cabai dalam bubur.

Foto: Dok Femina
Terbuat dari ekstrak tiram segar yang dimasak bersama garam, kecap asin, dan rempah. Gurihnya cocok menyedapkan masakan tumis.

Foto: Dok. Femina
Jenis yang sering dijumpai adalah ang ciu. Terbuat dari beras ketan yang difermentasi menjadi alkohol.
Penambah aroma sajian tumisan sayur hingga nasi goreng.

Foto: Dok. Femina
Terbuat dari fermentasi kacang kedelai hitam dan dijual kalengan dan kering. Gurih dengan aroma yang kuat.
Untuk taosi kering, rendam sebentar sebelum digunakan.

Foto: Dok. Femina
Terbagi dalam 3 jenis warna. Cuka putih rasanya paling ringan sehingga cocok untuk segala tumisan atau acar.
Cuka merah asamnya sedang, membumbui masakan atau saus pencelup. Cuka hitam rasanya lebih menyengat, untuk saus pencelup atau pendamping mi.

Foto: Dok. Femina
Ramai digandrungi sebagai superfood dan taburan smoothie bowl. Biasanya ditambahkan beberapa butir ke dalam sup sebagai penambah aroma dan manis.

Foto: Dok. Femina
Racikan 5 rempah (pekak, adas, kayu manis, cengkih, dan merica Szechuan/ Sichuan) yang kerap digunakan sebagai campuran daging giling atau bumbu marinasi daging tumis.

Foto: Dok. Femina
Tahu yang difermentasi dengan cuka beras dan angkak. Khas memperkaya tumisan sayur, bubur, hingga rebusan daging.
Baca juga:
Resep Ngo Hiang