
Foto: 123RF
Heartbreak atau patah hati tidak hanya bisa berdampak pada emosi dan fisik. Menurut beberapa studi, kesedihan akibat kejadian tragis, seperti kehilangan orang terdekat, bisa meningkatkan risiko fibrilasi atrium atau gangguan pada masalah detak jantung untuk jangka waktu yang cukup lama. Fenomena ini disebut cardiomyopathy atau broken heart syndrome, yang ditandai dengan gejala sesak napas dan sakit dada seperti serangan jantung. Para ahli menduga, hal ini disebabkan oleh munculnya hormon stres yang dipicu oleh peristiwa tragis yang datang tak terduga.(f)