Akhir-akhir ini, hubungan antara kelompok mayoritas dan minoritas di Indonesia sedang diuji.
Karena tidak ada mayoritas jika tak ada minoritas.
Orang tua harus waspada.
Menghibur di tengah pekan.
Selalu jadi sasaran empuk untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.
Faktor rendahnya tingkat pendidikan ternyata turut menjadi pemicu sikap intoleran dan bertindak radikal.
Kenapa setelah era reformasi sikap intoleran justru makin tinggi?
(Seharusnya) perbedaan itu indah karena bisa melengkapi, bukannya menghancurkan.
Walaupun orang-orang beranggapan masyarakat kita makin beragama, pada kenyataannya agama mendorong fanatisme yang menjadi sumber konflik.