Ia sadar bahwa pekerjaan di pendidikan adalah pekerjaan yang tak pernah usai.
Perkembangan zaman membuat sekolah butuh berbenah agar bisa mencetak anak reatif dan berjiwa pemimpin.
Yama dendam pada kemiskinan. Kemiskinan membuatnya tak henti harus menerima cerca dan caci maki.