Bukan karena berhadapan dengan imajinasi di luar batas, melainkan justru merasa ironis bahwa ternyata inilah saatnya kau harus menghadapkan anakmu pada pemah...
Mulanya kami berpikir mungkin saja dia terlibat pada jaringan berbahaya, yang berafiliasi dengan gerakan radikal atau organisasi lain semacam itu.
Persis seperti kopi latte pilihanmu, serupa itulah dirimu baginya. Paduan pahit, gurih, dan manis yang seimbang tak berlebihan.
Kini seakan masih kau dengar bisikan itu. Aku ingin lebih lama bersamamu. Hela napasnya masih melekat pada daun telingamu.
Bagaimana mungkin sebuah lamaran justru diantisipasi dengan pertanyaan balik yang mengambang?
Bagaimana mungkin sebuah lamaran justru diantisipasi dengan pertanyaan balik yang mengambang
Bagaimana mungkin sebuah lamaran justru diantisipasi dengan pertanyaan balik yang mengambang
Bagaimana mungkin sebuah lamaran justru diantisipasi dengan pertanyaan balik yang mengambang?
Bagaimana mungkin sebuah lamaran justru diantisipasi dengan pertanyaan balik yang mengambang?
Bagaimana mungkin sebuah lamaran justru diantisipasi dengan pertanyaan balik yang mengambang?
Bagaimana mungkin sebuah lamaran justru diantisipasi dengan pertanyaan balik yang mengambang?