Setelah sekian lama berharap, dr. Damar mendengar keinginan itu terungkap dari mulut Nur Azmi.
Dengan menabur benih semangat ke anak-anak ini, Nur Azmi mengobati dirinya sendiri.
Hari-hari Dokter Damar kian sepi. Hidupnya hanya berputar di rumah sakit, klinik, dan pasien.