Sebagai bagian dari rangkaian Peresmian Transformasi Sarinah pasca-pemugaran, PT Sarinah Indonesia menghadirkan film pendek bertajuk
Ia meyakini, hidup dari melakukan hal yang kita sukai tidaklah mudah, tetapi layak diperjuangkan.
Festival sastra terbesar di Asia Tenggara ini kembali digelar tanggal 26-30 Oktober nanti.
Penafsiran jail ala Jawa tentang mengapa wanita dan kemiskinan sebaiknya tidak berkawan.
Anak muda asal Yogyakarta ini membagi cerita tentang karyanya, dan rencana berikutnya setelah kemenangannya di Cannes.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival film yang sudah berusia 69 tahun ini selalu meninggalkan rangkaian kisah menarik.
Siap bersaing dengan negara lain...
Politik, sains sampai hiburan.
Sekali lagi, Espe tidak menemukan kerlip ganjil licik di mata mereka. Kerlip ganjil yang sering dia temukan di mata Yudhistira.
Dan tiba-tiba Espe menyadari keringat yang mengaliri punggungnya saat sepasang mata itu juga terkadang mengingatkannya pada Yudhistira, suaminya, anak Ki Sas...
Uang ataupun bingkisan bukan segalanya. Ia lebih merindukan kehadiran anak cucunya lengkap di hari kemenangan.