Kali ini adalah yang paling terencana, dan sepertinya akan diikuti lebih banyak massa.
Aku tak mengucapkan doa dengan serius. Mulutku mengucapkannya dengan asal saja. Kalau memang Tuhan itu ada, pasti Uzi masuk surga, kok.
Kulirik kartu nama terbuat dari kertas mewah itu. Wisnu Baskoro. Napasku memburu, tengkukku menegang, sepasang mataku basah.