“Sssh! Sssh!” Nana berdesis keras agar burung-burung itu berhenti berbunyi. Namun, mereka tak berhenti.
Kalau sekadar selamatan pindah rumah adik ayahnya itu, sikap Ibu dan Rama agak berlebihan. Hmm... pasti ada sesuatu yang mereka rahasiakan.
Lelaki selalu sama. Mereka mempunyai banyak wajah di tiap tempat.
Mata Rindang masih basah saat melangkah keluar pemakaman. Ia tak rela Emak pergi dengan cara seperti itu. Tetapi, bukankah manusia tak berhak menghukum sesam...
Meiska menjatuhkan dirinya dalam pelukan Anton. Segera hidung mungilnya menangkap bau yang lain. Bau yang coba diresapinya dengan keseluruhan jiwanya. Bau ja...
Saat akhirnya pemuda yang dirindukannya itu benar-benar di hadapannya, Meiska justru kehilangan kata.
Setengah putus asa diturunkannya seluruh tubuhnya ke kedalaman, menyelam di kehangatan air, menangkap ketiadaan bunyi yang menyuguhkan kedamaian yang lain.