Ketika Rena merasa sudah cukup kuat, saat itu pulalah ketakutannya terwujud: San dan istrinya datang ke kedai kopi
Tiba-tiba ia tidak lagi suka minum kopi. Sangat tidak suka. Minuman hitam pekat ini pahit, sepahit rasa patah hati yang berlarat-larat.
Muka pias Rena cukup memberi keterangan bahwa pelanggan baru kedai kopinya adalah laki-laki yang membuat Rena patah hati.