Alasannya, dianggap memecah belah persatuan.
Ia tumbuh sebagai ‘generasi Tionghoa Indonesia kejepit’. Ketidaktahuan atas sejarah kelompok etnisnya, mendorongnya menjadi peneliti budaya Tionghoa.
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari lebih lanjut