Masyarakat sering memberi stigma dan sanksi yang sangat berat kepada korban kekerasan seksual
Dapatkah seni dan sastra menjadi medium untuk para penyintas untuk membuka mata kita?
Berlangsung 2 Desember 2017 di Perpustakaan Kemendibkud Jakarta!
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari lebih lanjut