Sunat perempuan kembali jadi kontroversi. Praktiknya bersinggungan antara kepentingan tradisi, agama, medis, dan hak asasi.
Menurut WHO, sunat perempuan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari lebih lanjut