Hilmar tak pernah surut harapan untuk bisa membuka pintu hati Putti, meski ia tahu harapan itu tipis.
Setelah selesai semua, ia pamit, keluar dari ruang itu. Ia merasa seperti baru saja terjaga dari mimpi.
Laksmi berteriak histeris. Ia menggedor-gedor pintu dan melempar apa pun yang ada dalam jangkauannya. Laksmi merasa dikhianati keyakinannya sendiri!
Hujan tidak turun pada hari-hari kemudian. Tetapi pasar malam lebih sepi di bulan puasa.
Mendadak Laksmi merasa bersalah pernah berpikir buruk tentang tetangga sebelahnya yang baru pulang pukul 1 dini hari itu.
Waktu serasa berhenti, seolah terus menyuruhku menyaksikan kejadian yang sama berulang-ulang.
Bumbu bau peapi bersahaja saja, bawang merah dan cabai rawit, tetapi semacam puisi.
Hal terakhir yang ia ingat adalah Papa masih pergi makan siang. Terkadang Ibu menunggu kepulangan Papa hingga tengah malam.
Audra masih antara percaya dan tidak ketika saat ini ia menatap sahabatnya, Elise, yang sedang berdiri di teras La Maltese Estate dengan status sebagai istr...
Di saat kami sekeluarga telah menyudahi harapan yang tak kunjung jadi kenyataan, mendadak datang sebuah kabar tentang keberadaan Papi.
Apakah kau tak mendengar kicau memelas dari seekor burung kecil yang berada di hadapanmu, wahai malaikat yang berwajah Ratna?
Santi tak mau ambil pusing saat terdengar ledakan kemarahan Hendra.