Sunat perempuan kembali jadi kontroversi. Praktiknya bersinggungan antara kepentingan tradisi, agama, medis, dan hak asasi.
Wanita yang disunat, dianggap akan dapat menekan nafsu seksualnya. Benarkah?
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari lebih lanjut