Lana menghela napas panjang. Sebenarnya, ada satu jawaban yang sudah dipikirkannya masak-masak.
Dua hari lamanya Lana tergolek di tempat tidur, tanpa makan dan tanpa mandi.
Dia sungguh tidak siap untuk kembali mendengar fakta yang begitu pahit dan menyakitkan.
Bertahun-tahun lamanya sudah dia hidup tanpa cinta. Tidak ada yang dicintainya selain ibunya dan pekerjaannya.
Hanya satu kali makan malam saja, dan Lana sudah berani membayangkan pria itu sebagai calon suaminya?
Lana menahan keinginannya untuk mendelik kepada pria yang bernama Surya itu.
Hanya dalam waktu sesingkat itu pula dia menerima lamaran Surya untuk menikah dengannya.