Tapi, begitulah, kantor ini sepertinya telah buta. Pria-pria di kantor ini telah mabuk. Pantang melihat yang baru dan segar.
Berdua Don aku masuki ruangan direktur. Ada senyum di bibir pria tua itu untukku, sangat sekilas, tapi bisa dilihat dengan jelas. Apakah ini tanda-tanda keme...
Apa? Apakah dia tahu tentang hubunganku dengan Jay? Tapi, dari mana dia tahu? Lalu, dia akan mengambil kesempatan. Dia mau aku menyetorkan tubuhku padanya.
Lalu, apa yang kulakukan sekarang? Memacari suami orang! Adakah yang kagum pada orang seperti aku?
Tapi, menarik juga, aku ingin melihat wajah Jay ketika berhadapan dengan tiga wanitanya sekaligus. Tunggu dulu, bisa saja ada wanita lain. Apakah perlu kuaja...
Besok aku harus mendapatkan satu kejujuran. Terserah dari Jay atau Siska, aku tidak peduli!
Pengakuan Siska telah mengganggu kemapananku. Darah seperti mendidih, aku jadi takut makan sate kambing kalau begini. Jay, lelaki yang kubanggakan, ternyata ...