Keluarga besar gadis itu lama menunggu. Menunggu maskawin yang tak juga datang. Sampai akhirnya para tetua adat di kampung gadis itu tak sabar lagi.
Untuk kedua kalinya Tari merasa tersiksa selama liburan di sini. Pertama ketika di pantai dan sekarang. Lamaran itu
Tari tak mampu menangkap gumaman itu. Ia hanya menangkap komat-kamit mulut Fritz.
Mereka saling berbincang, menanyakan ini-itu kepada Tari. Tari merasa ini semacam ajang menilai calon menantu, meski sebenarnya ia tak merasa sebagai apa-apa...
Tari mendesah. Apa yang harus dilakukannya kini? Secara kimiawi kondisi batinnya telah berubah. Resah. Keresahan yang selalu dibawa dan didesakkan Heru dalam...
Pria itu berbalik. Tari berdiri diam di depan pintu yang terbuka. Terpaku. Pemuda itu pun tak kalah kagetnya. Katanya tergagap,
Tari tersenyum kecut waktu itu. Mengapakah image orang selalu demikian? Semadi berkorelasi positif dengan cari pesugihan?
Bulu kuduk Tari berdiri. Secara intuitif, Tari tahu bahaya tengah mengintainya. Perlahan ia beringsut. Menjauh. Niatnya begitu. Meski ternyata, ia sama sekal...
Bari marah benar. Belum pernah dirinya dibohongi sekaligus dikurangajari oleh anak buahnya semacam itu. Bila menuruti kata hati, ingin benar ia menyeret gadi...
Meiska menjatuhkan dirinya dalam pelukan Anton. Segera hidung mungilnya menangkap bau yang lain. Bau yang coba diresapinya dengan keseluruhan jiwanya. Bau ja...
Meiska menyapu wajah pemuda itu. Tampak olehnya keseluruhan sosok Anton. Begitu muda, tampan, tegas sekaligus lembut. Belum pernah dalam hidupnya ia merasaka...