Genrenya seimbang; dari seru mengaduk emosi, sampai adukan emosi versi nostalgia masa kuliah.
Dua drakor high-profile meramaikan bulan ini; tapi 4 yang lain tak kalah menarik.
Justru saya butuh istri yang juga bisa membantah atau marah ketika saya memang perlu diingatkan.
Tidak asal curhat masalah rumah tangga di media sosial untuk hindari perselingkuhan.
Saat keterlibatan suami dalam rumah tangga makin minim.
Tanggung jawab suami untuk melunasi utang almarhum ayahnya akan terasa berat bila ditanggung seorang diri.
Benarkah pisah ranjang bisa menjadi solusi saat konflik suami-istri sulit diselesaikan?
Biasanya, karena pemutusan hubungan sepihak.
Ada kecemasan suami akan bosan dan tak tahan dengan peer pressure.
Aku akan membuat mereka mengerti bahwa tak ada yang cuma-cuma di dunia ini.
Perlu langkah hati-hati dari istri, agar semangatnya tak makin pudar.
Bapak rumah tangga yang secara ekonomi bergantung penuh pada istri, lima kali lebih rawan selingkuh dibandingkan pria lainnya. Benarkah demikian?