Indonesia banyak memiliki penyair yang puisi-puisinya menjadi sebuah penanda perkembangan intelektual bangsa.
Inilah upaya mengangkat sastra Indonesia terutama puisi ke dalam seni pertunjukan
Karakter lucu dan ukulele di tangan menjadi temannya untuk menyemarakkan panggung seni di pelosok desa-desa di Jawa Tengah hingga ke berbagai belahan dunia.
Suara merdu berpadu kemahiran memainkan cuk (gitar kecil) untuk mengiringi lagu yang dinyanyikannya.
Djarum Apresiasi Budaya dan Garin Nugroho mempersembahkan trilogi terakhir pementasan Opera Jawa tentang dunia yang jungkir balik.