Mama memang sudah mengatakan Qurie selamat, malam itu, namun surat dari Barra-lah yang membuatku makin lega.
Di satu perbincangan kami, Qurie pernah bercerita bahwa ia ingin sekali menjadi alunan nada.
Tapi, harapan itu segera saja sirna, saat aku benar-benar melihat Barra terbaring di ruangan itu.