Kuncinya, mengenali selera audiensi Eropa.
Hampir di setiap upacara, seperti syukuran kelahiran, ulang tahun, hingga pernikahan, tumpeng selalu ada.
Dua budaya melebur jadi satu. Hasilnya, paduan cita rasa peranakan. Mau coba?
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Pelajari lebih lanjut