Hahhh?? Aku menggigit ujung bibirku. Memastikan apa yang baru saja kudengar bukan sekadar imajinasiku.
Apa yang harus aku jawab, jika Wicak tanyakan Bli Gus. Bukankah saat dua tahun lalu mengantar Wicak ke bandara untuk bertolak ke Batam, ada Bli Gus menemaniku.
Aku lupa, kalau dia akan tetap menjadi Ida Bagus, sedangkan aku tidak akan berubah menjadi seorang Ida Ayu.
Rasa yang kunamakan cinta itu datang tanpa bisa kucegah. Meski aku tahu, cinta kami akan sulit. Tapi, aku tak berdaya, meski aku sadar, aku hanya Ni Made Sek...