Lamanda tahu, Peony tidak hanya memiliki kaki palsu, tapi juga hati yang retak.
Mereka melewati malam-malam yang hampa. Begitu pagi, mereka menipu diri seolah pekerjaan dapat membuat perasaan baik kembali.
Untuk pertama kali Lamanda menganggap bertemu dengan Peony merupakan bagian terbaik dalam hidupnya.