Luhtitisari sering mempertanyakan tentang cinta, tetapi Atmaranti menjawab,
Baginya, apa pun alasannya, yang penting dokter telah gagal memenuhi layanan jasa yang dibutuhkannya. Bagi Anggabaya semua hanya masalah jual-beli.
Matahari senja sore itu terlihat sangat indah dari kaca-kaca mozaik jendela kantin. Di situlah ibunya dirawat.
Kini Luhtitisari tetap melihat keputusannya itu sebagai suatu kebenaran. Ia mampu menganalisis peristiwa-peristiwa dengan makna yang lebih baik.