Tinggal sendiri di kota metropolitan sebesar Jakarta butuh perjuangan keras. Hidup terasa berat tanpa dukungan siapa pun.
Aku bukan seperti itu. Aku hanya tak ingin lagi menghabiskan usiaku menanggung mimpi yang tergadai oleh egoisme, harga diri.
Celana-celana yang kupakai menjadi longgar di bagian pinggang, meski lenganku kian berotot. Mungkin jika ada cermin, akan terlihat betapa tulang-tulang wajah...
Palangka Raya. Bayangkan! Ibu kota provinsi yang sudah lama aku idam-idamkan ingin kulihat wajah kotanya.
Aku tersenyum membayangkan gambaran-gambaran aneh yang berkelebatan di benakku. Seolah esok hari akan datang begitu pasti. Datang dengan segala kebahagiaan.