Stasiun Gubeng luar biasa ramai pagi ini. Orang berlalu lalang entah mengejar atau dikejar waktu. Wajah-wajah panik, wajah-wajah malas menyeret tas roda sepe...
Hilmar tak pernah surut harapan untuk bisa membuka pintu hati Putti, meski ia tahu harapan itu tipis.
Cinta Hilmar telah menumbuhkan sayap di punggungnya sehingga ia bisa terbang tinggi.
Kini rindunya menggelegak. Ia pandangi foto berdua yang diambil Moko pada afternoon di Orangery Restaurant.
Yah! Matanya tak salah. Dia perempuan yang di perpustakaan itu. Saka sibuk menata hati. Bercampur antara malu, senang, sakit, dan gugup. Aduuhhh