Tidak akan kubiarkan terulang pengalaman buruk kehilangan Bunda, dibawa seseorang yang lain. Ayah akan menjadi milikku, satu-satunya, selamanya.
Karena, begitulah yang dikehendaki Ayah atas kita. Ayahku. Ayahmu. Ayah kita berdua.
Tetapi, mengapa aku justru gelisah? Mungkinkah karena kulakukan sebuah muslihat untuk mengelabui Tenggara?
Ayah telah menyembunyikan keberadaannya dariku. Karena sesungguhnya Tenggara adalah seorang
Wanita itu akan lebih menjadi sosok asing yang mengganggu bagimu. Sementara pada sisi yang lain, ayahmu menginginkannya.
Aku tidak kehilangan kesadaran, aku hanya tidak paham apa yang sedang kuhadapi sekarang ini. Serupa menemukan rangkaian puzzle yang berserak.
Aku tercengang. Kuteliti sepasang cincin itu dengan segera. Benar, pada cincin yang lebih kecil tergrafir nama ayahku.
Woro menggeleng, lalu tanpa terduga dia terduduk lemas di lantai dan menangis.
Ya, kalau aku menjadi anak kecil kembali, maka hari-hariku bersama Bunda juga akan kembali. Akan kumiliki lagi ayah-bundaku seutuhnya.